Apakah Tuhan Sungguh Mengasihiku? (Mal. 1:2-3)

Khotbah Minggu, 18 Oktober 2020 (Pagi) oleh Pdp. Tomy Handaka Patria (GBT Kristus Pelepas Malang)

Jika ditanya, Allah itu seperti apa? Maka sebagian besar dari kita mungkin akan menjawab bahwa “Allah adalah kasih” (1Yoh. 4:8, 16). Namun demikian, dalam keadaan-keadaan yang sulit, pernyataan tersebut sangat sulit untuk kita terima. Hal seperti ini terjadi dalam kehidupan orang-orang Israel (bangsa Yehuda) setelah kembali dari pembuangan di Babel. Karena keadaan yang buruk, tidak seperti apa yang menjadi harapan mereka semula, maka bangsa Israel bersikap masa bodoh kepada Tuhan.

Oleh sebab itu, ketika Tuhan berfirman, “Aku mengasihi kamu,” maka bangsa Israel membantah, “Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?” (ay. 2). Apa jawaban Tuhan? “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau” (ay. 2-3). Dalam jawaban ini, Tuhan mengingatkan status mereka sebagai umat pilihan. Bangsa Israel adalah bangsa yang kecil dan suka memberontak kepada Tuhan. Tetapi, karena kasih dan anugerah-Nya, maka Tuhan tetap memilih mereka (Ul. 7:7-8). Anugerah ini tidak disadari oleh mereka, sehingga membuat kerohanian mereka rusak.

Peristiwa itu mengingatkan kita untuk tidak keliru dalam memandang kasih Tuhan. Pertama, kasih Tuhan dipandang seperti kasih manusia. Kita merasa kasih Tuhan bisa undur dalam keadaan tertentu. Kedua, kasih Tuhan dipahami berdasarkan perasaan. Kita hanya merasa Tuhan mengasihi ketika hidup lancar.

Tuhan itu tidak berubah (Mal. 3:6). Begitu Tuhan mengasihi kita, maka kasih-Nya akan terus dipancarkan dalam kehidupan kita. Bahkan, Dia rela menyerahkan Anak-Nya yang tunggal demi menebus dosa kita (1Yoh. 4:9).

Maka dari itu, bersyukurlah atas anugerah yang telah kita terima di dalam Kristus. Hanya kita sebagai anak-anak Tuhan yang diizinkan untuk mengalami persekutuan yang erat dan benar dengan Tuhan serta dijanjikan hidup kekal. Rasa syukur itulah yang akan terpancar dan mengubah cara hidup kita.

REFLEKSI

Perbanyaklah berdoa dan membaca firman Tuhan, bukannya mengeluhkan keadaan. Niscaya kita akan terus dibuat kagum oleh kasih-Nya.

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

Kekeliruan-kekeliruan seperti apakah yang biasa dipahami oleh orang-orang di sekitar Anda berkaitan dengan kasih Tuhan? Bandingkan dengan apa yang dinyatakan dalam Alkitab.

AYAT ALKITAB PENDUKUNG

2 “Aku mengasihi kamu,” firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?” “Bukankah Esau itu kakak Yakub?” demikianlah firman TUHAN. “Namun Aku mengasihi Yakub, 3 tetapi membenci Esau. Sebab itu Aku membuat pegunungannya menjadi sunyi sepi dan tanah pusakanya Kujadikan padang gurun.” (Mal. 1:2-3)

Orang yang tidak mengasihi tidak mengenal Allah karena Allah adalah kasih. (1Yoh. 4:8)

Jadi, kita telah mengetahui dan telah memercayai kasih yang Allah miliki bagi kita. Allah adalah kasih, dan orang yang tinggal di dalam kasih, tinggal di dalam Allah dan Allah di dalam dia. (1Yoh. 4:16)

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. (1Yoh. 4:9)

7 Mengapa TUHAN mengasihi dan memilihmu? Bukan karena kamu bangsa yang terbesar. Kamu adalah yang terkecil jumlahnya dari semua bangsa! 8 Namun, TUHAN membawamu keluar dari Mesir oleh kuasa-Nya yang besar dan membebaskanmu dari perbudakan. Dia membebaskanmu dari pengawasan Firaun, Raja Mesir. TUHAN melakukannya karena Ia mengasihimu dan mau memegang janji yang telah dibuat-Nya kepada nenek moyangmu. (Ul. 7:7-8)

Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap. (Mal. 3:6)

 

About the author

Leave a Reply