Belajar dari Daud: Tetap Berkenan Melalui Tekanan (Mzm. 78:70-72; 1Sam. 13:13-14; Kis. 13:22)

Khotbah Ibadah Minggu, 4 Oktober 2020 (Pagi) oleh Ev. Nicholas Kurniawan Artadjaja (GKI Bromo Malang)

Kita bisa berpura-pura baik di hadapan manusia. Tetapi, hidup benar di hadapan Tuhan tidak selalu mudah. Melalui hidupnya, Daud disebut sebagai “orang yang berkenan di hati Tuhan.” Tekanan apa pun yang ada di luar dirinya, tidak membuat Daud hancur dan meninggalkan iman.

Padahal, kesulitan-kesulitan yang dihadapi Daud sangat berat, seperti dipandang sebelah mata oleh keluarganya, konflik antara bangsa Israel dengan Filistin, tekanan dari musuh-musuhnya (termasuk Saul), serta konflik dengan anak-anaknya sendiri ketika dia sudah menjadi raja. Selain itu, Daud juga menghadapi tekanan dari dalam dirinya sendiri, berupa hawa nafsu yang akhirnya menyebabkannya jatuh dalam dosa perzinahan. Tetapi, Daud berhasil melewatinya dan hidup berkenan di hati Tuhan. Apa rahasianya?

Daud memiliki hati yang berkenan kepada Tuhan. Pertama, hati yang selalu berkawan dengan kasih Tuhan yang menyertai. Daud selalu memiliki relasi dengan Tuhan. Kedua, hati yang berani melawan ketidakbenaran dengan kekuatan Tuhan. Daud berani menghadapi Goliat. Ketiga, hati yang bersabar menanti waktu dan kesempatan dari Tuhan. Dia bersabar menunggu mulai dari diurapi oleh Samuel hingga menjadi raja. Keempat, bersyukur selalu karena sadar hidup adalah karunia Tuhan. Setelah Daud menjadi orang yang berjaya, dia tetap ingat Tuhan. Kelima, hati yang bertobat di hadapan kedaulatan Tuhan. Setelah berbuat dosa, Daud memiliki ketaatan untuk mengakui kesalahan dan bertobat.

Melalui tekanan hidup pada saat ini, mari datanglah kepada Tuhan. Mintalah kepada Tuhan untuk membentuk dan memperbarui hati kita. Dengan begitu, kita pun akan bisa melewati segala macam tekanan dan hidup berkenan di hadapan Tuhan seperti Daud.

REFLEKSI

Banyak hal dalam hidup ini yang bisa mengotori hati kita dan membuat hidup kita tidak berkenan pada Tuhan. Akankah kita membiarkan hal itu terjadi?

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Periksalah kondisi hati kita pada saat ini. Jika ada hal-hal yang mengganggu hubungan kita dengan Tuhan, bereskanlah!
  2. Berdasarkan kelima karakteristik hati yang berkenan kepada Tuhan dalam khotbah ini, bagaimana penerapannya dalam kehidupan Anda sehari-hari?

AYAT ALKITAB PENDUKUNG

70 dipilih-Nya Daud, hamba-Nya, diambil-Nya dia dari antara kandang-kandang kambing domba; 71 dari tempat domba-domba yang menyusui didatangkan-Nya dia, untuk menggembalakan Yakub, umat-Nya, dan Israel, milik-Nya sendiri. 72 Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.

(Mzm. 78:70-72)

13 Kata Samuel kepada Saul: “Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; sebab sedianya TUHAN mengokohkan kerajaanmu atas orang Israel untuk selama-lamanya. 14 Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu.”

(1Sam. 13:13-14)

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. (Kis. 13:22)

 

About the author

Leave a Reply