Hidup yang Mengandalkan Tuhan (Yer. 17:5-8)

Ibadah Minggu, 3 Januari 2021 (Sore)

Oleh Pdp. Tomy Handaka Patria (GBT Kristus Pelepas Malang)

Bangsa Yehuda merasa sombong karena berkoalisi dengan sekutu-sekutunya dan menyembah allah-allah asing. Akibatnya, mereka dibuang ke Babel. Hukuman itu diberikan oleh Tuhan untuk menghancurkan kepercayaan diri bangsa Yehuda yang terlalu tinggi dan membuat mereka bertobat (29:11-13). Hidup susah di pembuangan menyadarkan mereka untuk kembali mengandalkan Tuhan, satu-satunya Allah yang berdaulat.

Orang yang tidak mengandalkan Tuhan akan menjalani hidup yang seolah penuh hukuman (terkutuklahay. 5; bnd. BIMK). Bagaimanapun keadaan hidupnya, dia “tidak akan mengalami datangnya keadaan baik” (ay. 6). Jika susah, akan kehilangan sukacita dan pengharapan. Jika enak, akan menjauh dari sukacita yang sejati di dalam Tuhan (bnd. Mzm. 84:11).

Sebaliknya, orang yang mengandalkan Tuhan akan menjalani hidup yang penuh berkat (diberkatilah17:7). Dia “tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah” (17:8). Selaras dengan Mzm. 1, orang yang mengandalkan Tuhan seperti pohon yang dekat dengan sumber air. Sekalipun dalam kekeringan, pohon itu akan tumbuh sangat subur karena selalu mendapat pasokan nutrisi yang cukup.

Bagaimana caranya hidup mengandalkan Tuhan? Pertama, jangan pernah menggantikan sumber daya rohani (yang tak terbatas) dengan sumber daya duniawi (yang terbatas) (baca: Ef. 6:13-18). Kedua, berusahalah semaksimal mungkin, tetapi serahkanlah hasilnya pada Tuhan. Mengandalkan Tuhan bukan berarti meniadakan usaha, namun berusaha dengan cara pandang bahwa Tuhanlah yang berdaulat (Ayb. 42:2). Ketiga, taatlah pada pimpinan Tuhan. Mintalah kekuatan pada Kristus, yang terlebih dulu “taat sampai mati di kayu salib” demi menebus dosa kita (Flp. 2:8). Amin.

REFLEKSI

Perhatikanlah kepada siapa dan apa yang kita sandari, karena itu akan sangat menentukan keberhasilan kita.

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apakah orang yang mengandalkan Tuhan pasti akan lebih berhasil dibanding dengan orang yang tidak mengandalkan Tuhan? Jelaskan jawaban Anda.
  2. Apa komitmen Anda di tahun 2021 ini untuk menjalani “hidup yang mengandalkan Tuhan” dalam rumah tangga, usaha, serta mendidik anak?

AYAT ALKITAB TERKAIT

5 Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! 6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. 7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! 8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. (Yer. 17:5-8)

13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, (Ef. 6:13-18)

Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. (Ayb. 42:2)

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Flp. 2:8)

About the author

Leave a Reply