Kepastian di Tengah Kegalauan (Yoh. 14:1-6)

Ibadah Minggu, 21 Februari 2021 (Sore)

Oleh Pdt. Daniel Tanusaputra (Konselor Pastorium SAAT)

Banyak hal yang membuat kita galau dalam hidup ini: pekerjaan, kesehatan, anak-anak, dan sebagainya. Itupun yang dialami oleh murid-murid Tuhan Yesus dalam kisah ini. Mereka telah mengikut Tuhan Yesus setiap hari selama sekitar tiga tahun. Namun tiba-tiba Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia akan pergi. Pernyataan itu membuat mereka gelisah.

Tuhan Yesus tidak memberikan jaminan bahwa di dunia ini, murid-murid-Nya akan mengalami kehidupan yang serba lancar. Bahkan, mereka akan mengalami penganiayaan (16:33). Tetapi mereka diingatkan bahwa Dia datang mengatasi dunia. Di tengah kegelisahan, mereka diajar untuk percaya. Percaya bukan mengerti kebenaran, tetapi menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.

Di tengah kegelisahan kita, seberapa jauh kita memercayai Tuhan Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat (ay. 6)? Di tengah ketidakpastian kita dalam menghadapi hidup ini, Dia menyediakan tempat bagi kita (ay. 2-3). Tuhan Yesus tidak menjaga kita di dunia ini saja, tetapi bahkan hingga di dunia masa mendatang (kekekalan). Tuhan Yesus meyakinkan bahwa “di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (ay. 3). Kerinduan-Nya bukan hanya supaya kita melewati segala permasalahan, tetapi juga tinggal bersama-sama dengan Dia. Pikirkanlah realitas yang ada di atas dunia ini (Kol. 3:1-2) sehingga kita mendapatkan kepuasan yang sejati.

Charles de Foucauld menasihati bahwa ketika kita menghadapi permasalahan, ingatlah dua hal ini: 1) Dunia ini akan berakhir dan 2) Allah sungguh mengasihi kita. Kehadiran Tuhan Yesus sejatinya adalah kehadiran Allah itu sendiri (ay. 6). Tuhan Yesus telah pergi ke surga, tetapi Dia akan datang kembali untuk membawa kita (ay. 3). Amin.

REFLEKSI

Jika kita menemukan diri kita bahwa kita tidak dapat menemukan kepuasan di dunia ini, maka itu berarti kita bukan diciptakan untuk dunia ini (C.S. Lewis)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apakah orang yang beriman kepada Tuhan Yesus seharusnya dapat mengatasi permasalahan dengan lebih baik dibanding orang lainnya? Mengapa?
  2. Apa saja yang membuat kita gelisah pada saat ini? Serahkanlah itu kepada Tuhan di dalam doa.

AYAT ALKITAB TERKAIT

1 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada. 4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” 5 Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” 6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:1-6)

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. (Yoh. 16:33)

1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. (Kol. 3:1-2)

About the author

Leave a Reply