Ibadah Minggu, 9 Mei 2021 (Sore) – Hari Ibu Internasional

Oleh Pdt. Dina Latumahina (STT I-3 Batu)

Sebagai orang percaya, kita telah berulang-kali diajar untuk memberi atau berkurban karena Kristus telah mengurbankan diri-Nya lebih dulu kepada kita. Namun demikian, marilah kita kembali mengingat bahwa Tuhan menginginkan kita untuk memberi tanpa batas. Artinya, memberikan yang terbaik, tanpa membedakan latar belakang seseorang, serta kita lakukan kapanpun dan dalam situasi apapun.

Dalam teks pertama (Mrk. 12:41-44), Tuhan Yesus memuji sikap seorang janda yang memberi hingga tak bersisa. Pada waktu itu, Tuhan Yesus memperhatikan bagaimana orang-orang bersikap dalam memberi. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar (ay. 41). Kemudian, ada seorang janda miskin yang memberi dua koin satuan terkecil (seperenampuluh empat dinar Romawi, satu dinar kira-kira adalah upah pekerja biasa sehari). Tetapi sesungguhnya, itu adalah seluruh miliknya. Padahal menurut aturan agama waktu itu, sebagai janda miskin dia bisa menyimpan satu koin untuk dirinya.

Kisah ini mengingatkan kita kepada janda miskin di Sarfat, yang memberi makan bagi Elia di tengah segala kekurangannya (1Raj. 17:7-24). Namun begitu, mukjizat terjadi sehingga dia diberi berkat yang melebihi keperluannya. Kedua kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa memberi tidak harus menunggu kaya.

Mengapa kedua janda tersebut bisa melakukan hal demikian? Jawabannya adalah karena mereka memiliki kasih kepada Tuhan dan kepada sesama. Memberi tanpa batas ini merupakan hal yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus ketika menebus dosa-dosa kita (Yoh. 15:13). Marilah kita selidiki diri kita masing-masing, bagaimana kita bisa menyalurkan berkat Tuhan secara sukarela dan sukacita. Kemudian, memberi juga bukan hanya soal materi. Segala yang ada pada diri kita bisa dipersembahkan untuk Tuhan (Rm. 12:1). Amin.

REFLEKSI

Inilah arti dari kasih yang sejati, yaitu memberi sampai titik yang menyakitkan (Bunda Teresa)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apakah memberi tanpa batas berarti kita harus mengabaikan keperluan kita sendiri? Jelaskan jawaban Anda.
  2. Apakah komitmen nyata yang dapat Anda ambil dalam hal memberi saat ini?

AYAT ALKITAB TERKAIT

41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. 42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. 43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. 44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” (Mrk. 12:41-44)

Keinginan bernafsu sepanjang hari, tetapi orang benar memberi tanpa batas. (Ams. 21:26)

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (Yoh. 15:13)

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. (Rm. 12:1)

About the author

Leave a Reply