Memiliki Spiritualitas Keluarga Kristen di Masa Pandemi (Ul. 6:4-9; Mal. 4:6)

Ibadah Minggu, 21 Februari 2021 (Pagi)

Oleh Pdt. Daniel Tanusaputra (Konselor Pastorium SAAT)

Pandemi yang sudah berlangsung selama 11 bulan membuat banyak orang harus “tinggal di rumah.” Pendidikan dan gereja pun dikembalikan ke rumah seperti yang mula-mula dimaksudkan dalam Alkitab. Jika demikian, sejauh mana spiritualitas harus diwujudkan di dalam keluarga kita?

Pertama, keluarga adalah tempat kedisiplinan rohani. Disiplin rohani adalah syarat pertumbuhan rohani. Semua yang kita pikirkan (lambang di dahi) dan kita lakukan (tanda pada tangan) harus berdasarkan firman Tuhan (ay. 8). Itulah yang harus kita ajarkan secara berulang-ulang (ay. 6-7). Jangan menuntut anak-anak kita sebelum kita sendiri menjadi teladan rohani.

Kedua, keluarga adalah tempat untuk menguatkan iman. Anak-anak akan bertanya kepada orang tuanya baik secara langsung maupun dengan cara memperhatikan (Ul. 6:20-25). Kita harus menjadi teladan bahwa iman membuat hidup kita berbeda dalam menghadapi permasalahan. Di tengah keluarga, kita dilatih untuk menjadi manusia yang tangguh di dalam Tuhan.

Ketiga, keluarga adalah tempat untuk mempersiapkan generasi mendatang. Sebuah penelitian memaparkan bahwa banyak anak masa kini cenderung dibesarkan dengan segala fasilitas. Namun, itu justru membuat mereka depresif karena tidak bisa menoleransi kegagalan. Sebaliknya, anak-anak yang dibesarkan secara spiritual akan jauh lebih tangguh dalam menghadapi kesulitan.

Keempat, keluarga adalah tempat untuk menginjili. Kita tidak boleh hanya memperhatikan keselamatan orang-orang yang jauh, tetapi harus juga memperhatikan lingkaran keluarga kita. Injil harus dinyatakan melalui perubahan hidup kita. Tidak hanya sebatas membaca Alkitab. Marilah di masa pandemi ini kita mengembalikan relasi antara orang tua dengan anak-anak (Mal. 4:6). Amin.

REFLEKSI

Banyak keluarga yang hancur karena terlalu fokus mengejar yang ada di luar, namun mengabaikan yang ada di dalam. Maukah kita mengalaminya?

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Sebutkan hal-hal baik dan hal-hal kurang baik yang Anda dapatkan di keluarga asal Anda. Sejauh mana itu memengaruhi pola kehidupan rumah tangga Anda?
  2. Adakah kebiasaan yang harus kita perbaiki sebagai orang tua untuk mendidik anak-anak di rumah kita seperti yang dijelaskan dalam khotbah ini?

AYAT ALKITAB TERKAIT

4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! 5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. 6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. (Ul. 6:4-9)

20 Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu: Apakah peringatan, ketetapan dan peraturan itu, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN Allah kita? 21 maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat. 22 TUHAN membuat tanda-tanda dan mujizat-mujizat, yang besar dan yang mencelakakan, terhadap Mesir, terhadap Firaun dan seisi rumahnya, di depan mata kita; 23 tetapi kita dibawa-Nya keluar dari sana, supaya kita dapat dibawa-Nya masuk untuk memberikan kepada kita negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang kita. 24 TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini. 25  Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita.” (Ul. 6:20-25)

Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. (Mal. 4:6)

About the author

Leave a Reply