Minggu Adventus I: Pengharapan akan Kedaulatan Tuhan (Mat. 2:16-20)

Ringkasan Khotbah Ibadah Minggu, 29 November 2020 (Sore)

Oleh Pdp. Tomy Handaka Patria (GBT Kristus Pelepas Malang)

Setelah mendengar berita dari orang-orang majus, Raja Herodes marah  karena ada “calon raja” lain yang dinubuatkan akan menjadi raja yang besar. Oleh sebab itulah, dia memerintahkan semua bayi di Yerusalem yang berusia di bawah dua tahun dibunuh. Natal, yang seharusnya merupakan Kabar Baik, berubah menjadi kabar buruk. Banyak orang tua yang menangis karena tidak bisa melihat lagi anak-anak mereka yang dibunuh. Peristiwa ini mengingatkan bangsa Israel pada apa yang tertulis di kitab Yeremia ketika banyak orang tua menangis karena melihat anak-anak mereka dibawa dengan paksa ke pembuangan di Asyur (Yer. 31:15).

Atas petunjuk malaikat Tuhan, Yusuf, Maria, dan anak mereka mengungsi ke Mesir (ay. 13). Keluarga kecil ini selamat dari siasat jahat manusia. Tidak hanya itu, Herodes pun akhirnya meninggal dan mereka bisa kembali ke Yerusalem.

Kita bisa melihat bahwa siasat jahat bisa terlihat menang. Pengharapan manusia bisa punah. Tetapi, tidak ada yang bisa menggagalkan kedaulatan Allah. Ketika Allah sudah berjanji untuk menyelamatkan umat-Nya, maka itu pasti akan terjadi. Kelahiran Yesus, pembunuhan anak-anak di Betlehem, pelarian ke Mesir, dan Yesus yang dibesarkan di Nazaret merupakan jalinan cerita yang terlihat rumit. Tetapi, justru itu menggenapi apa yang sudah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama.

Marilah kita letakkan pengharapan kita pada kuasa yang kekal. Apapun yang kita kerjakan sehari-hari untuk memuliakan Tuhan, yakinlah ada penyertaan Tuhan di dalamnya. Sering kita dibuat habis akal. Tetapi, berharaplah pada kedaulatan Allah. Rencana-Nya tidak pernah gagal. Oleh sebab itu, yakinkanlah bahwa apa yang kita lakukan itu selaras dengan rencana Allah. Amin.

REFLEKSI

Ketika kita ragu dalam mengambil tindakan dan menjalani panggilan Tuhan, ingatlah bahwa kedaulatan Tuhan terjadi dengan begitu kuatnya.

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Adakah hal yang membuat Anda takut untuk menjalankan perintah Tuhan secara penuh? Renungkanlah khotbah ini dan mintalah kekuatan pada Tuhan!
  2. Apakah ada orang-orang Kristen di sekitar Anda yang saat ini sedang mengalami kesusahan? Adakah yang mampu Anda lakukan untuk mereka?

AYAT ALKITAB TERKAIT

16 Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. 17 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: 18 “Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.” 19 Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya: 20 “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu, sudah mati.” (Mat. 2:16-20)

Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi. (Yer. 31:15)

About the author

Leave a Reply