Minggu Adventus III: Imanuel (Mat. 1:18-25)

Ibadah Minggu, 13 Desember 2020 (Pagi)

Oleh Pdt. Vivian Soesilo (GBT Kristus Pelepas Malang)

Ada dua nama di dalam ayat 21-23, yaitu Yesus dan Imanuel (penggenapan dari Yes. 7:14). Kelahiran Yesus terjadi secara supranatural karena dikandung dari Roh Kudus. Pada waktu Maria mengandung, dia masih berstatus bertunangan (sebenarnya terdapat beberapa tahap pernikahan dalam budaya Yahudi pada masa itu, sehingga Maria dan Yusuf dianggap sudah “menikah,” namun belum boleh berhubungan selayaknya suami-isteri). Oleh sebab itu, Yusuf ingin menceraikannya secara diam-diam (ay. 19).

Di tengah keadaan seperti itu, Tuhan menampakkan diri pada Yusuf dan menguatkan dia untuk tidak takut meneruskan hubungannya dengan Maria (ay. 20). Dia lalu memberi nama pada Anak itu sesuai dengan petunjuk malaikat Tuhan (ay. 21). Secara harfiah, nama Yesus ada hubungannya dengan nama Yosua (lihat penyertaan Tuhan pada Yosua dalam Yos. 1:9). Yesus (Yeshua) berarti “TUHAN menolong” atau “TUHAN menyelamatkan.” Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dikirim untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.

Sementara itu, Imanuel berarti “TUHAN menyertai kita.” Ini menunjukkan bahwa janji penyertaan Tuhan dalam kitab Yesaya telah digenapi. Penggenapan janji ini membuktikan bahwa Tuhan itu layak dipercaya. Tuhan tidak seperti manusia, yang bisa lupa ataupun tidak mampu memenuhi janji.

Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa Tuhan menyertai kita sepanjang masa dan dalam segala keadaan. Inilah Kabar Baik yang membuat kita mampu taat untuk menjalankan kehendak-Nya. Marilah kita datang kepada Tuhan dengan hati yang percaya penuh pada-Nya untuk menghadapi tantangan apapun yang ada di hadapan kita. Amin.

REFLEKSI

Kepada apa/siapa Anda biasanya bersandar? Ingatlah bahwa kita memiliki janji penyertaan Tuhan yang tidak pernah gagal.

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Bagaimanakah perbedaan antara orang-orang yang memahami bahwa mereka memiliki janji penyertaan Tuhan dengan orang-orang lainnya?
  2. Penyertaan Tuhan seperti apakah yang Anda harapkan pada saat ini? Mintalah pada-Nya dalam doa.

AYAT ALKITAB TERKAIT

18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. 19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. 20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” 22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: 23 “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”  —  yang berarti: Allah menyertai kita. 24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, 25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus. (Mat. 1:18-25)

Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi. (Yos. 1:9)

About the author

Leave a Reply