Ibadah Minggu, 28 Maret 2021 (Pagi)

Oleh Ev. Harry Ratulangi (STT Aletheia Lawang)

Petrus adalah murid yang sangat mengasihi Yesus (Mrk. 14:29; Yoh. 18:10). Bahkan, dia terus mengikuti Yesus sampai di halaman rumah Imam Besar (ay. 66). Petrus kemudian menyangkal-Nya, bahkan sampai tiga kali. Mengapa bisa demikian? Ketika berada di taman Getsemani sebelum disalib, Yesus menjelaskan bahwa “Roh memang penurut, tetapi daging lemah” (Mrk. 14:37-38). Ini terbukti dari murid-murid yang kemudian tertidur walaupun Yesus meminta mereka untuk berjaga-jaga (baca Mrk. 14:32-42).

Jadi, Petrus salah menjalani hidupnya dengan mengikuti keinginan daging lebih dari rohnya. Akibatnya, keinginan dagingnya menjadi kuat dan menguasai keinginan rohnya. Hal ini berbeda dengan Yesus. Dia mengatasi kesedihan hatinya tidak dengan tidur, berjalan-jalan, atau mabuk-mabukan, melainkan dengan berdoa (Mrk. 14:33-35). Inilah yang kemudian juga harus kita lakukan ketika menghadapi pergumulan.

Sampai tiga kali, Yesus ingin menuruti keinginan daging-Nya (“Ambillah cawan ini dari pada-Ku,” Mrk. 14:36). Namun demikian, Dia turut pada keinginan Roh-Nya (“Janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki,” Mrk. 14:36). Inilah yang menjadi kekuatan-Nya untuk tetap bertahan dalam penderitaan ketika di salib.

Bagaimana dengan cara hidup kita sekarang? Apakah kita sedang mengikuti keinginan daging atau keinginan roh? Walaupun sangat mengasihi Yesus, namun jika kita mengikuti keinginan daging, maka bisa saja kita akan menyangkal Yesus seperti yang dilakukan oleh Petrus. Allah sudah memberikan perlengkapan supaya kita bisa selalu memenangkan peperangan rohani, yaitu berupa firman Tuhan dan doa. Amin.

REFLEKSI

Doa kita bisa saja kaku. Usaha kita bisa saja lemah. Tetapi karena kekuatan doa kita berasal dari Dia yang mendengarkan dan bukannya kita yang mendoakan, maka doa kita pasti akan membawa perbedaan (Max Lucado)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Sebutkan contoh-contoh keinginan daging dan keinginan roh yang ada dalam kehidupan Anda sehari-hari. Menurut Anda, lebih nikmat yang mana?
  2. Apakah orang Kristen masih bisa memiliki kebiasaan untuk menuruti keinginan daging? Jelaskan jawaban Anda berdasar ayat-ayat Alkitab.

AYAT ALKITAB TERKAIT

66 Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di halaman. Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar, 67 dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.” 68 Tetapi ia menyangkalnya dan berkata: “Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud.” Lalu ia pergi ke serambi muka (dan berkokoklah ayam). 69 Ketika hamba perempuan itu melihat Petrus lagi, berkatalah ia pula kepada orang-orang yang ada di situ: “Orang ini adalah salah seorang dari mereka.” 70 Tetapi Petrus menyangkalnya pula. Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ berkata juga kepada Petrus: “Engkau ini pasti salah seorang dari mereka, apalagi engkau seorang Galilea!” 71 Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!” 72 Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu. (Mrk. 14:66-72)

29 Kata Petrus kepada-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak.” 31 Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua yang lainpun berkata demikian juga. (Mrk. 14:29, 31)

Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus. (Yoh. 18:10)

32 Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku berdoa.” 33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar, 34 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.” 35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya. 36 Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” 37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam? 38 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.” 39 Lalu Ia pergi lagi dan mengucapkan doa yang itu juga. 40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya (Mrk. 14:32-40)

About the author

Leave a Reply