Ibadah Minggu, 30 Agustus 2020

Oleh Ev. dr. Harry Ratulangi

Benteng Yerikho adalah benteng yang sangat tinggi, tebal, kuat, dan saat itu tertutup rapat (6:1). Yosua putus asa mencari cara untuk menembusnya. Sementara Yosua memandangi benteng yang sangat sulit ditembus itu, tiba-tiba muncullah Panglima Balatentara Tuhan (5:13). Yosua mengenal sosok di depannya itu sehingga sujud menyembah di hadapannya. Dialah yang memimpin bangsa Israel sejak keluar dari tanah Mesir. Dengan sujud menyembah, Yosua menyerahkan seluruh kepemimpinannya kepada Panglima Balatentara Tuhan. Inilah yang menjadi awal kemenangan.

Perintah pertama yang diberikan oleh Panglima Balatentara Tuhan itu adalah supaya Yosua menanggalkan kasutnya (5:15). Artinya, Yosua akan menerima perintah dari Yang Mahakudus untuk berperang dalam peperangan yang kudus. Dengan demikian, tentara yang terlibat juga harus kudus. Yosua taat. Ketaatan inilah yang juga menjadi kunci kemenangan Yosua.

Panglima Balatentara Tuhan itu memberikan janji (6:2) yang kemudian diikuti oleh perintah yang nampak aneh (6:3-5). Yosua kembali taat dan sama sekali tidak mengubah perintah itu. Yosua tahu bahwa Allah sangat mengasihi dia dan tidak akan mungkin memerintahkan hal yang akan mencelakakannya.

Setiap orang memiliki “benteng Yerikho” (mungkin berupa permasalahan hidup) masing-masing dan memiliki cara untuk merobohkannya. Cara-cara yang manusiawi ataupun yang memodifikasi perintah Tuhan tidak akan berhasil. Bagaimana cara yang benar? 1) Sujud menyembah, yaitu menyerahkan seluruh hidup pada Tuhan; 2) Tanggalkan kasut, yaitu mengakui dan meninggalkan dosa; 3) Taat sepenuhnya pada perintah Tuhan karena percaya pada kasih-Nya dan tidak ada yang mustahil bagi-Nya; 4) Jangan memodifikasi perintah Tuhan sesuai dengan kemauan kita; 5) Pegang janji Tuhan (Mat. 28:20b).

REFLEKSI

Berdoalah dan ketahuilah ketika masalah menghampiri hidup kita, Allah bekerja di dalamnya serta akan memberikan kita kemenangan (Pdt. Charles F. Stanley)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apa “benteng Yerikho” yang ada dalam hidup kita pada saat ini? Apa solusi yang telah kita pikirkan dan sesuaikah dengan perintah Tuhan dalam Alkitab?
  2. Banyak orang yang menyelesaikan masalahnya tanpa menggunakan cara Tuhan. Apakah Anda akan mengambil langkah tersebut? Mengapa?

AYAT ALKITAB PENDUKUNG

13 Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: “Kawankah engkau atau lawan?” 14 Jawabnya: “Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang.” Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: “Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?”15 Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: “Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus.” Dan Yosua berbuat demikian. 1 Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk. 2 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa. 3 Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, 4 dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala. 5 Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan.” (Yos. 5:13-6:5)

Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Mat. 28:20b).

About the author

Leave a Reply