RSVP – Tolong Direspons (Mat. 11:28-30)

Khotbah Ibadah Minggu, 25 Oktober 2020 (Pagi) oleh Pdt. Andreas Hauw (STT SAAT Malang)

Kata RSVP (Prancis: répondez s’il vous plaît, artinya “mohon direspons”) biasa ditulis dalam undangan. Pandemi COVID-19 ini meningkatkan jumlah orang yang mengalami kesehatan mental. Bahkan, banyak di antara mereka yang akhirnya melakukan bunuh diri. Dalam konteks yang mengerikan seperti inilah, marilah kita mendengar undangan dari Tuhan Yesus.

Mengapa Tuhan Yesus mengundang orang-orang pada waktu itu? Mereka mencari Yesus karena mengenal-Nya sebagai orang yang sanggup melakukan mukjizat (Mat. 8 dan 9). Tuhan Yesus juga memanggil murid-murid-Nya dan menyatakan bahwa penganiayaan yang akan terjadi.

Ada dua repons ketika Matius menunjukkan ini kepada para pembaca Injilnya. Respons pertama datang dari Yohanes Pembaptis yang masuk penjara karena melayani Tuhan (Mat. 11:2-3). Respons kedua terjadi ketika Tuhan Yesus mengecam orang-orang di Khorazim dan Betsaida (Mat. 11:21). Baik Yohanes Pembaptis maupun orang-orang Khorazim dan Betsaida pada saat itu sama-sama meragukan Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus menegaskan bahwa seseorang bisa percaya kepada-Nya bukan karena melihat mukjizat, tetapi karena Tuhan sendiri yang berkenan menyatakan diri-Nya (Mat. 11:25). “Orang-orang kecil”-lah yang bisa datang kepada-Nya. Siapa mereka? Matius memaknainya sebagai kaum yang tidak berhikmat, yaitu orang-orang yang menyadari bahwa mereka tidak memiliki kekuatan apa-apa. Hanya di dalam Tuhan Yesuslah, segala pencarian manusia akan berhenti.

Tuhan Yesus ingin kita berbagi beban dengan Dia. Bukan berarti kita akan lepas dari segala tanggung jawab dan tidak akan mengerjakan apa-apa lagi. Tetapi kalaupun tanggung jawab kita masih ada, itu tidak akan berat lagi karena kita menanggungnya bersama dengan Tuhan Yesus. Selain itu, mari kita juga berbagi beban dalam satu komunitas dalam gereja ini (Gal. 6:2).

REFLEKSI

Undangan Tuhan Yesus dalam Mat. 11:28-30 ini masih terus diberikan kepada kita pada saat ini. Bagaimana respons kita?

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apa beban hidup yang sedang Anda hadapi pada saat ini? Apakah ada yang belum Anda lakukan untuk menyerahkannya pada Tuhan?
  2. Apa yang dapat Anda lakukan untuk meringankan beban orang lain?

AYAT ALKITAB PENDUKUNG

28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan. (Mat. 11:28-30)

2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, 3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” (Mat. 11:2-3)

“Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.” (Mat. 11:21)

Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil” (Mat. 11:25)

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. (Gal. 6:2)

About the author

Leave a Reply