Khotbah Ibadah Minggu, 1 November 2020 (Sore) oleh Ps. Yohanes Hoggie Hardiant (GBT Kritus Pelepas)

Bagian ini menceritakan tentang rencana pertemuan antara Yakub dengan Esau. Ketika itu, Yakub merasa sangat ketakutan karena pernah membohongi Esau, kakaknya. Rombongan Yakub telah menyeberang sungai Yabok dan tinggallah Yakub sendirian. Dalam keadaan yang sendirian, Tuhan menampakkan diri kepada Yakub melalui malaikat-Nya untuk mempersiapkan Yakub. Yakub bergulat dengan malaikat itu sampai pangkal pahanya terpelecok. Dia tidak mungkin bisa berjalan dengan baik.

Di saat tidak memiliki kekuatan apa-apa lagi seperti itu, Yakub memohon dengan kesungguhan hati supaya diberkati oleh “orang” yang mengalahkannya itu. Yakub percaya bahwa “orang” itu bukan orang biasa, tetapi malaikat Tuhan. Nama Yakub (artinya: penipu) kemudian diganti dengan Israel (karena dia telah bergumul melawan Allah dan manusia dan menang). Yakub diubah pola pikirnya dari mengandalkan manusia menjadi mengandalkan Tuhan. Pertemuannya dengan Tuhan menguatkan Yakub untuk tetap senantiasa berharap dan mengandalkan Tuhan di dalam kehidupannya. Oleh sebab itu, dia merasa siap untuk menghadapi Esau.

Sebagai orang percaya, apakah kita masih mengandalkan kekuatan sendiri atau kekuatan Tuhan? Marilah kita senantiasa mengandalkan kekuatan Tuhan untuk menghadapi setiap perkara dalam hidup kita. Jangan lagi dosa-dosa kita menghalangi kita untuk meminta pertolongan Tuhan. Di dalam ketakutan dan kekhawatiran, Tuhan menolong Yakub. Jika Yakub, seorang penipu, dipelihara Tuhan, terlebih lagi kita. Tuhan mau kita sama seperti Yakub yang menyadari kelemahannya dan mencari Tuhan. Amin.

REFLEKSI

Orang bodoh mengandalkan diri sendiri dan baru meminta tolong kepada Tuhan ketika semuanya gagal. Orang bijak mengandalkan Tuhan sejak awalnya, karena tahu bahwa Dialah sumber pertolongan yang sejati.

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apa yang biasa Anda lakukan ketika permasalahan hidup melanda? Apakah itu mencerminkan bahwa Anda sedang mengandalkan Tuhan?
  2. Apakah mengandalkan Tuhan berarti mengabaikan pertolongan manusia?  Jelaskan jawaban Anda secara konkret.

AYAT ALKITAB TERKAIT

26 Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.” 27 Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.” 28 Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” (Kej. 32:26-28)

About the author

Leave a Reply