Ibadah Minggu, 8 Agustus 2021 (Pagi)

Oleh Pdt. Christian Sulistio (STT SAAT)

Kita masih berada di tengah situasi pandemi dan mengalami banyak tantangan hidup. Mungkin ada di antara kita yang bertanya-tanya kapan pandemi ini akan berakhir. Bahkan bisa bertanya-tanya apakah Allah peduli dengan penderitaan kita. Seorang pemikir Roma pada era Paulus yang bernama Pliny mengatakan bahwa Allah yang agung tidak mungkin memperhatikan masalah-masalah manusia yang kecil. Benarkah demikian?

Paulus banyak mengalami penderitaan sepanjang pelayanannya. Salah satunya, ketika dia terpaksa pergi dari Asia Kecil akibat tentangan orang-orang di sana. Paulus mengatakan bahwa penderitaan itu begitu berat, sehingga hampir-hampir dia tidak sanggup lagi menanggungnya (ay. 8-9).

Tetapi di tengah penderitaan yang Paulus alami, dia tetap memandang pada Allah. Paulus meyakini bahwa Allah adalah Bapa yang penuh belas kasihan dan sumber segala penghiburan (ay. 3). Di dalam Perjanjian Lama, Allah juga dinyatakan sebagai pribadi yang menghibur dan menyertai umat-Nya di tengah segala penderitaan mereka.

Campur tangan Allah ini tidak hanya ditunjukkan dalam penyertaan-Nya bagi umat-Nya. Tetapi, juga dinyatakan ketika mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk mematahkan perbudakan dosa dan mengalahkan kematian. Hingga pada masa kini, Allah tetap memberikan campur tangan-Nya bagi umat-Nya. Dia tidak akan menutup telinga terhadap jeritan anak-anak-Nya.

Penghiburan dari Allah tidak seperti obat penenang yang menumpulkan daya panca indera kita, tetapi menguatkan kita. Walaupun tidak selalu masalah kita selesai (baca kisah para saksi iman dalam Ibrani 11), tetapi penghiburan-Nya akan selalu menyertai kita. Salah satunya, melalui firman Tuhan yang kita baca. Seperti Paulus, hendaknya kita menaruh pengharapan pada Allah (ay. 9). Amin.

REFLEKSI

Allah tidak menghibur kita untuk kenyamanan kita semata, tetapi juga untuk membuat kita menjadi penghibur bagi orang lain (John Henry J.H. Jowett)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apa yang bisa Anda lakukan secara praktis untuk menaruh pengharapan Anda dalam Tuhan di tengah penderitaan?
  2. Apa yang dapat Anda lakukan untuk menghibur orang lain dalam masa pandemi ini?

 

AYAT ALKITAB TERKAIT

3  Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga. 7  Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami. Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. 10  Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, 11  karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami. (2Kor. 1:3-11)

About the author

Leave a Reply