Ibadah Umum II, 1 Oktober 2023. Oleh: Pdt. Sylvia Soeherman.
Sering orang menghadapi permasalahan yang bukannya membaik, tetapi malah semakin sulit. Marilah kita belajar dari ayat ini untuk menguatkan kita. Ayat ini menarik karena kata-kata ‘minta’, ‘cari’, dan ‘ketuk’ berjenis perintah (ay. 7). Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang yang tidak melakukannya sehingga Tuhan Yesus sendiri harus memerintahkannya.
Mengapa meraka tidak melakukan hal-hal itu? Mungkin mereka berpikir bisa bergantung pada diri sendiri sehingga tidak perlu meminta pada Allah. Perintah ini membuat kita menyadari akan keterbatasan diri kita. Selain itu, Allah juga tidak membeda-bedakan siapa yang meminta kepada-Nya (ay. 8). Setelah itu, apakah kita juga mencari apa yang menjadi kehendak Allah dalam hidup kita? Kemudian, mengetuk menyatakan keyakinan kita bahwa orang di balik pintu itu akan menolong kita.
Lalu, bagaimana jika kita sudah lama meminta, mencari, dan mengetuk, namun belum juga mendapat apa yang kita perlukan? Sungguhkah Allah menolong kita? Tuhan Yesus menegaskan bahwa Allah lebih mengasihi kita lebih dibanding dengan seorang ayah mengasihi anak-anaknya (ay. 9-11). Jadi, Dia tidak mungkin memberi yang tidak baik kepada kita. Masalahnya adalah kita sering tidak bisa memahaminya.
Marilah kita tetap melihat dengan mata iman kita bahwa ada Allah yang senantiasa menopang kita dalam melewati segala maslaah dan tantangan. Pertolongan-Nya tidak pernah terlambat. Amin.
REFLEKSI
Kita harus meminta dengan kerendahhatian seperti seorang pengemis, mencari dengan sepenuh hati seperti seorang hamba, dan mengetuk dengan kepercayaan seperti seorang teman (D. L. Moody)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa bedanya jika kita mengatasi masalah dengan bersandar kepada Allah, karena banyak orang di luar Tuhan yang bisa keluar dari permasalahan mereka sendiri.
- Bagaimana langkah praktis yang bisa Anda lakukan supaya bisa lebih bersandar kepada Allah dalam menghadapi permasalahan?
REFERENSI
7 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. 8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. 9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, 10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan? 11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.” 12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. (Mat. 7:7-12)
