Sejarah

Sejarah Singkat GBT Kristus Pelepas Malang

Gereja yang sekarang dikenal sebagai GBT Kristus Pelepas Malang berawal sebagai persekutuan rumah tangga yang dipelopori oleh Bapak Jusuf Gunawan dkk. pada tahun 1952. Mula-mula persekutuan ini bertemu di Jln. Kereta Api (sekarang Jln. Irian Jaya) Malang.

Setelah persekutuan rumah tangga tersebut berkembang dengan pesat, dibangunlah gedung gereja permanen di Jln. Grajen No. 2 (sekarang Jln. Sartono S.H. No. 2) dan kemudian bergabung dengan Sinode Gereja Beth-El Tabernakel (GBT) pada 21 Juni 1957.

GBT Kristus Pelepas Malang telah menjadi tuan rumah sejumlah kegiatan bersejarah dalam Sinode GBT:

4 November 1957 – Dibuka Kursus Alkitab Kelas Dua Angkatan Pertama
3-7 April 1963 – Diselenggarakan Kongres Besar IV GBT se-Indonesia
1964 – Diselenggarakan Kongres Pertama Persatuan Kaum Muda Tabernakel (PKMT)
1964 – Diterbitkan Majalah intern GBT berjudul “Shekina”
14-17 Juli 1981 – Diselenggarakan Musyawarah Besar XII GBT se-Indonesia
25-27 Oktober 2016 – Diselenggarakan Doa-Puasa dan Seminar Alkitab MPD3 (Jatim dan NTT)
25 Oktober 2022 – Diselenggarakan Musyawarah Daerah Majelis Pimpinan Daerah 3 (Jatim, Bali, NTT dan NTB)
2 September 20242 – Diselenggarakan Fellowship Hamba-Hamba Tuhan Majelis Pimpinan Wilayah Malang
19-21 Agustus 2025 – Diselenggarakan Doa-Puasa dan Pembinaan Pascagembala (DoPuPP) MPD 1, 2 dan 3.

Hamba Tuhan yang menjadi Gembala Sidang pertama adalah Pdt. Uren yang berasal dari Selandia Baru (1952-1954). Sementara itu, hamba Tuhan yang paling lama melayani sebagai Gembala Sidang adalah Pdt. Henoch Hadi Soesilo (1965-2014). Sejak Januari 2015, GBT Kristus Pelepas digembalakan oleh Pdt. Daud Soesilo dan Pdt. Vivian Soesilo.