Hidup Dipimpin oleh Roh Allah (Kej. 12:1-4)

Ibadah Umum I, 2 Juni 2024. Oleh: Pdm. Kornelius Makapile.

Abraham dikenal karena mempunyai iman yang besar dan ketaatan-Nya kepada Tuhan. Hal ini salah satunya dibuktikan melalui ketaatannya untuk pergi dari tanah asalnya (ay. 4). Kemudian Tuhan menjanjikan berkat, yaitu menjadi bangsa yang besar dan termasyhur (ay. 2). Waktu itu Abraham berusia tujuh puluh lima tahun dan belum memiliki anak.

Namun hingga usianya yang ke sembilan puluh sembilan dan Tuhan mengulang janji-Nya (17:1, 4, 5), Abraham masih belum juga mempunyai anak. Mendengar itu, Abraham pun tertawa dalam hatinya, apalagi mengingat Sara yang telah berusia sembilan puluh tahun (17:17). Tetapi walaupun tidak masuk akal, Tuhan mampu menggenapi janji-Nya. Ishak pun akhirnya terlahir dari rahim Sara (Kej. 21:1-3).

Apa kuncinya sehingga janji Tuhan tergenapi di dalam keluarga Abraham? Pertama, Abraham tidak hanya memahami, tetapi juga menaati firman Tuhan. Abraham mau mengikuti pimpinan Tuhan ke manapun Dia memerintahkannya (Ibr. 11:8).

Kedua, Abraham mempersilakan Allah mengatur dan memproses kehidupannya sesuai dengan kehendak-Nya. Di seluruh catatan Alkitab, tidak dituliskan sekalipun Abraham berbantah-bantahan dengan Allah.

Amin.

REFLEKSI

Kondisi pertama untuk menerima tuntunan Allah adalah kita belajar kebenaran Allah  (Warren Wiersbe)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa kesulitan-kesulitan yang biasa Anda hadapi untuk mengenali pimpinan Tuhan?
  2. Bagaimana Anda membedakan antara pimpinan Tuhan dengan yang lain?

REFERENSI

1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: ”Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;  2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. 3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

4 Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. (Kej. 12:1-4)

1 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: ”Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.

4 ”Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: ”Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?” (Kej. 17:1, 4, 5, 17)

1 TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya. 2 Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.  3 Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya. (Kej. 21:1-3)

Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui. (Ibr. 11:8)

About the author

Leave a Reply