Hancur Hati Merindukan Kediaman-Mu (Luk. 11:33)

Ibadah Umum II, 2 Maret 2025. Oleh: Pdt. Stephen Leonard.

Tuhan memanggil kita untuk menjadi terang bagi lingkungan sekitar kita. Terang yang kita pancarkan itu harus menyenangkan, artinya menjadi berkat bagi orang lain (Pkh. 11:7). Ketika kita merindukan rumah Tuhan, itu akan menunjukkan kepada orang lain bahwa kita mengasihi Tuhan.

Kita dapat digambarkan seperti burung pipit, yang dianggap tidak berharga oleh orang, tetapi tetap dipelihara Tuhan. Selain itu, kita dapat digambarkan sebagai burung layang-layang (Mzm. 84:3-4). Kedua burung itu bukanlah burung yang hebat seperti rajawali. Seperti itulah ketika kita dipanggil Allah.

Kita bukan orang yang istimewa, tetapi kita bisa menjadi pusat perhatian banyak orang karena memiliki terang dari Tuhan (1Kor. 1:26-29). Jadi, kita tidak selalu dimotivasi menjadi seperti rajawali yang hebat. Walaupun kita seperti burung pipit yang lemah, Tuhan tetap memperhatikan kita.

Akankah kita lebih suka membangun kehidupan kita di luar Tuhan? Jika itu terjadi, maka kita akan terpengaruh oleh dunia (2Tim. 3:1-5). Tetapi orang yang merindukan kediaman Tuhan akan menjadi orang-orang yang berbahagia (Mzm. 84:5-6). Rumah Tuhan jauh lebih menyenangkan dibanding tempat manapun juga (Mzm. 84:11-12).

Marilah kerinduan hati kita pada kediaman Tuhan dibaca oleh orang-orang di sekitar kita dan tertarik kepada terang Tuhan. Amin.

REFLEKSI

Tuhan tidak akan bersinar atas kita, kecuali ketika kita menerima firman-Nya sebagai terang kita (John Calvin)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa yang dapat Anda lakukan untuk menunjukkan kepada orang lain kerinduan Anda kepada rumah Tuhan?
  2. Apakah gereja Anda sudah menjadi tempat yang menyenangkan? Bagaimana memperbaiki atau menyempurnakannya?

REFERENSI

”Tidak seorang pun yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di kolong rumah atau di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk, dapat melihat cahayanya.” (Luk. 11:33)

Terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata; (Pkh. 11:7)

3      Jiwaku hancur karena merindukan

pelataran-pelataran TUHAN;

hatiku dan dagingku bersorak-sorai

kepada Allah yang hidup.

4      Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah,

dan burung layang-layang sebuah sarang,

tempat menaruh anak-anaknya,

pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam,

ya Rajaku dan Allahku!

5      Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu,

yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela

6      Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau,

yang berhasrat mengadakan ziarah! (Mzm. 84:3-6)

26 Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. 27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, 28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, 29 supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. (1Kor. 1:26-29)

1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, 4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. 5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu! (2Tim. 3:1-5)

11      Lebih baik satu hari di Rumah-Mu

daripada seribu hari di tempat lain.

Aku memilih menjadi penjaga pintu di Rumah Allahku

daripada tinggal di rumah orang jahat.

12      Sebab TUHAN Allah pelindung kita dan raja yang agung,

yang menganugerahi kita kasih dan kehormatan.

Ia tak pernah menolak apa pun yang baik

terhadap orang yang hidupnya tidak bercela. (Mzm. 84:11-12)

About the author

Leave a Reply