Ibadah Umum II, 16 Maret 2025. Oleh: Pdm. Elda Fariani.
Suatu kali, Tuhan Yesus berjumpa dengan sepuluh orang yang berpenyakit kulit yang mengerikan. Mereka dijauhi karena selain menjijikkan, hukum Taurat menyatakan mereka najis. Tuhan Yesus mendengar seruan mereka dan kemudian mereka semua disembuhkan dan dinyatakan tahir (bnd. Im. 14:2). Peristiwa penyembuhan ini membuktikan bahwa Dia berkuasa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa.
Namun setelah disembuhkan, hanya satu orang yang kembali kepada Tuhan Yesus untuk berterima kasih. Orang itu adalah seorang Samaria, yang dimusuhi oleh orang-orang Yahudi (lih. 2Raj. 17:24-25; 40-41). Walaupun terpisah dari orang-orang Yahudi dan tidak memiliki pengetahuan keagamaan, tetapi justru dialah satu-satunyaa yang tidak lupa mengucap syukur.
Ketika hidup berjalan aman-aman saja, mungkin kita lupa mengucap syukur kepada Tuhan. Kita baru sadar dengan berkat Tuhan ketika kehilangan sesuatu. Melalui kisah ini, kita diingatkan untuk mengucap syukur kepada Tuhan.
Ketika percaya kepada Kristus, kita menerima keselamatan. Lalu setelah sekian lama menjadi anak Tuhan, pernahkah kita merenungkan berapa banyak berkat-berkat Tuhan yang kita terima? Jadilah orang-orang yang tahu berterima kasih, secara khusus kepada Tuhan, yang telah menyelamatkan kita. Amin.
REFLEKSI
Pikiran yang dapat melihat Allah di dalam segala sesuatu adalah bukti dari pertumbuhan di dalam anugerah dan hati yang berterima kasih (Charles G. Finney)
PERTANYAAN DISKUSI
- Dampak apakah yang akan dialami oleh seorang Kristen yang terbiasa mengucap syukur kepada Tuhan? Apakah Anda juga mengalaminya?
- Bagaimana Anda bisa mengembangkan kebiasaan untuk mengucap syukur kepada Tuhan dalam kehidupan sehari-hari?
REFERENSI
11 Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus melalui daerah perbatasan Samaria dan Galilea. 12 Waktu memasuki sebuah kampung, Ia didatangi sepuluh orang yang berpenyakit kulit yang mengerikan. Mereka berdiri dari jauh 13 dan berteriak, ”Yesus! Tuan! Kasihanilah kami!”
14 Waktu Yesus melihat mereka, Ia berkata, ”Pergilah kepada imam-imam, minta mereka memeriksa badanmu.”
Sementara mereka berjalan, hilanglah penyakit mereka. 15 Ketika seorang dari mereka menyadari bahwa ia sudah sembuh, ia kembali sambil bersorak-sorak memuji Allah. 16 Lalu di depan Yesus, ia sujud dan mengucap terima kasih kepada-Nya. Orang itu seorang Samaria. 17 Kemudian Yesus berkata, ”Bukankah ada sepuluh orang yang disembuhkan? Di mana yang sembilan lagi? 18 Mengapa hanya orang asing ini yang kembali mengucap terima kasih kepada Allah?” 19 Lalu Yesus berkata kepada orang itu, ”Bangunlah, dan pergilah. Karena engkau percaya kepada-Ku, engkau sembuh.” (Luk. 17:11-19 BIMK)
peraturan-peraturan ini tentang upacara pembersihan sesudah sembuh dari penyakit kulit yang berbahaya. Pada hari orang itu akan dinyatakan bersih, ia harus dibawa kepada imam, (Im. 14:2 BIMK)
24 Sebagai pengganti orang Israel yang telah diangkut ke pembuangan itu, raja Asyur menempatkan di kota-kota Samaria, orang-orang dari Babel, Kuta, Awa, Hamat, dan Sefarwaim. Orang-orang itu menduduki kota-kota itu dan menetap di situ. 25 Pada waktu mereka mula-mula tinggal di situ mereka tidak menghormati TUHAN; itu sebabnya TUHAN mendatangkan singa-singa untuk menerkam sebagian dari mereka. (2Raj. 17:24-25 BIMK)
40 Tetapi penduduk Samaria itu tidak mau mendengar; mereka tetap berpegang pada adat istiadat mereka. 41 Jadi, mereka menyembah TUHAN, tetapi juga menyembah berhala-berhala mereka. Sampai hari ini pun keturunan mereka masih melakukan hal itu. (2Raj. 17:40-41 BIMK)
