Percaya dan Taat: Belajar dari Maria Ibu Yesus (Luk. 1:46-48)

Ibadah Umum I, 23 Maret 2025. Oleh: Ev. Karmelita Suryanto.

Pujian Maria ini (biasa disebut Magnificat, selaras dengan kata magnify/membesarkan/memuliakan, ayat 46) adalah satu dari empat pujian tentang kelahiran Yesus. Ketika mendengar pesan dari Gabriel bahwa dia akan mengandung bayi Yesus, Maria tahu risikonya. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya (Luk. 2:19). Lukas menggambarkan bahwa di tengah pergumulan, Maria taat.

Setelah Maria menerima panggilan Tuhan, kesulitan demi kesulitan terjadi dalam hidup Maria. Tetapi Alkitab tidak pernah mencatat bahwa Maria menyesali panggilan ini. Pada akhirnya, dia melihat Anaknya itu ditinggikan di kayu salib.

Mengapa Maria bisa taat? Maria percaya. Malaikat tidak hanya menyatakan bahwa Maria mengandung, tetapi juga menjelaskan siapa bayi yang dikandungnya.  Bayi itu adalah Yesus (berasal dari Yosua – Allah menyelamatkan) dan Mesias yang dinantikan (Luk. 1:31-33). Maria percaya Kabar Baik ini dan menjadikannya sebagai nilai hidupnya. Dia percaya penuh kepada Tuhan, yang dikenalnya.

Apa saja tantangan yang kita hadapi dalam menjawab panggilan Tuhan? Tuhan tahu pergumulan kita, tetapi Dia ingin kita percaya dan taat kepada-Nya. Kelak, ketika Tuhan Yesus datang kedua kalinya, kita akan menyadari bahwa Tuhan memberi kekuatan kepada kita untuk menghadapi segala tantangan dalam menjalankan panggilan Tuhan. Amin.

REFLEKSI

Ketaatan Kristiani berbeda dengan ketaatan lain. Ini bukan seperti ketaatan seorang budak atau prajurit, tetapi pada dasarnya ketaatan dari seseorang yang mengasihi, mengetahui, dan memercayai Pribadi yang memberikan perintah (John R.W. Stott)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja halangan yang bisa menggagalkan ketaatan kita pada perintah Tuhan?
  2. Sebutkan salah satu contoh dilema untuk memilih ketaatan pada Tuhan dan pada manusia (bisa dari pengalaman pribadi). Apa saja risikonya? Mana yang akan Anda pilih? Mengapa?

REFERENSI

46 Lalu kata Maria:

”Jiwaku memuliakan Tuhan,

47      dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

48      sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.

Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, (Luk. 1:46-48)

31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.  32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,  33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” (Luk. 1:31-33)

About the author

Leave a Reply