Ibadah Minggu, 2 Mei 2021 (Sore)

Oleh Pdp. Tomy Handaka Patria (GBT Kristus Pelepas, Malang)

Mazmur 46 merupakan salah satu Mazmur Nyanyion Sion, yang isinya merayakan kehadiran Allah di Yerusalem (Kota Allah; ay. 5). Kemungkinan besar mazmur ini ditulis ketika bangsa Israel menghadapi ancaman militer. Pada bait pertama, pemazmur menyatakan bahwa Allah merupakan tempat perlindungan dan kekuatan (ay. 2). Allah juga “Selalu siap dan mampu menolong dalam kesesakan” (ay. 2b BIMK). Dengan demikian, bangsa Israel “tidak akan takut” (ay. 3) menghadapi apapun, bahkan seandainya bumi kacau balau (ay. 3-4; bnd. Kej. 1:2 BIMK).

Pada bait kedua, Allah digambarkan memberikan perlindungan pada umat-Nya yang ada di dalam Kota Allah bagaikan aliran air yang terus mengalir. Pertolongannya selalu ada di saat-saat yang kritis (“menjelang pagi”; ay. 6). Frasa “Allah Yakub” (ay. 8, 12) menekankan perjanjian Allah dengan bangsa Israel, sekaligus menekankan kasih karunia Allah pada Yakub, seorang yang tidak layak. Bait ketiga menyatakan perintah untuk menghentikan peperangan dan melihat bahwa Allahlah yang berotoritas. Allah tidak merancang dunia sebagai medan peperangan sehingga suatu saat Dia pasti akan menghentikannya. Mazmur ini menyatakan bahwa Allah adalah satu-satunya sumber pertolongan yang bisa diandalkan oleh orang-orang percaya. Tidak ada satu pihak pun dan satu keadaan pun yang sanggup mengalahkan kita (Rm. 8:35-39).

Jadi, apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi masalah? Pertama, mendekatlah pada Tuhan. Semakin mendekat pada Tuhan, masalah akan semakin terasa ringan. Kedua, hadapilah dalam campur tangan Tuhan. Tuhan memiliki 1001 cara yang dapat membentuk karakter kita dan memperdalam pengenalan kita akan Dia. Ketiga, gunakanlah kesulitan hidup sebagai kesempatan untuk mengalami pertumbuhan rohani dan memuliakan Tuhan. Amin.

REFLEKSI

“Tuhan lebih tertarik untuk membentuk karaktermu dibanding membuat hidupmu nyaman. Tuhan lebih tertarik untuk membuat hidupmu kudus (holy) dibanding untuk membuat hidupmu senang (happy)” (Rick Warren)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Berdasarkan janji-Nya bahwa “Allah selalu siap dan mampu menolong dalam kesesakan,” bagaimana pengaruhnya dalam menjalani hidup kita sehari-hari?
  2. Apa saja perbedaan kekuatan Tuhan dengan kekuatan manusia/duniawi?

AYAT ALKITAB TERKAIT

1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Dengan lagu: Alamot. Nyanyian. 2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. 3 Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; 4 sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela 5 Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai 6 Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi. 7 Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur. 8 TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela  9 Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi, 10 yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api! 11 “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” 12 TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela (Mzm. 46)

Ia selalu siap dan mampu menolong dalam kesesakan. (Mzm. 46:2b BIMK)

35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 36 Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” 37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Rm. 8:35-39)

About the author

Leave a Reply