Doa Mengatasi Kemustahilan (Yun. 2:1-10)

Ibadah Minggu, 12 Juli 2020

Oleh Pdt. Nurtjahja (GBI Gradasi Bekasi)

Pada hari ini kita akan mempelajari enam rahasia doa dari kisah Yunus yang berdoa di dalam perut ikan. Perut ikan menunjukkan kemustahilan, tidak ada harapan, bahkan kematian. Yunus tidak bisa berbuat apa-apa di situ. Tetapi, dia mengambil keputusan yang tepat, yaitu berdoa. Jadi, kemustahilan bukanlah alasan untuk tidak berdoa. Justru, rahasia pertama untuk mengatasi kemustahilan adalah tetap tekun berdoa (ay. 1). Kedua, percayalah, doa tidak sia-sia karena Tuhan mendengar dan akan menjawab tepat pada waktu-Nya (ay. 2; 1Kor. 2:9).

Ketiga, kita juga harus menyadari kesalahan kita dan bertobat (ay. 3-4; Yes. 1:18). Periksalah diri kita, apakah kita sedang melakukan dosa yang menyebabkan doa kita terhalang. Kemudian, keempat, kita harus berdoa dengan iman (ay. 5-6). Iman berarti kita hanya melihat pertolongan Tuhan saja dan bukannya kemustahilan yang ada di sekitar kita. Tuhan tidak menuntut iman yang besar, tetapi “iman sebesar biji sesawi” (Mat. 17:20).

Kelima, berdoalah dengan penuh ucapan syukur (ay. 7-9; Kol. 3:17). Di dalam ucapan syukur ada damai sejahtera dari Allah dan sukacita. Banyak alasan untuk membuat kita mengucap syukur. Misalnya, kesehatan, kekuatan hidup, atau persekutuan dengan anggota keluarga Allah dalam GBT Kristus Pelepas.

Keenam, melekat pada firman Tuhan. Ketika Allah berfirman, semua yang mustahil bisa terjadi seperti halnya Yunus bisa keluar dari perut ikan (ay. 10). Marilah kita rutin membaca Alkitab, supaya apa yang ada dalam hati dan pikiran kita adalah firman Tuhan dan bukannya kesulitan hidup (Mzm. 1:1-3). Firman Tuhan dan doa akan menjawab seluruh tantangan hidup kita. Teruslah berdoa, apalagi dalam masa-masa sulit seperti sekarang ini.

REFLEKSI

Menjadi orang Kristen tanpa berdoa sama mustahilnya dengan hidup tanpa bernafas (Martin Luther).

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apa yang harus kita lakukan ketika jawaban doa berbeda dengan keinginan kita? Bagaimana pengaruhnya terhadap pertumbuhan rohani kita?
  2. Bagaimana sikap hati kita ketika berdoa selama ini? Renungkanlah kelima butir dalam khotbah ini dan lakukanlah yang selama ini masih kita abaikan.

AYAT ALKITAB PENDUKUNG

1 Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, 2 katanya: “Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku. 3 Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku. 4 Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus? 5 Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku 6 di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku. 7 Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus. 8 Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia. 9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!” 10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat. (Mat. 28:20)

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1Kor. 2:9)

Marilah, baiklah kita berperkara! –firman TUHAN–Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. (Yes. 1:18)

Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.” (Mat. 17:20)

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. (Kol. 3:17)

About the author

Leave a Reply