Iman, Ketaatan, dan Kerja Sama Mendatangkan Pengalaman yang Luar Biasa (Luk. 5:1-11)

Ibadah Minggu, 24 Mei 2020

Pdt. Immanuel Alim Hoseno (GBT Yesus Juru Selamat, Tuban)

Peristiwa di Genesaret ini menunjukkan beberapa hal untuk mengalami pengalaman yang luar biasa. Mari kita perhatikan satu persatu.

  1. Iman. “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibr. 11:1). Tadinya Simon mengharapkan hasil, tetapi malah gagal. Lalu Tuhan Yesus memerintahkan Simon untuk menebarkan jala. Walaupun belum melihat hasilnya, Simon tetap menjalankan perintah Tuhan Yesus. Sebagai nelayan berpengalaman, dia tidak berdebat dengan Tuhan Yesus, seorang tukang kayu. Inilah iman.

Akibatnya, Simon mendapatkan hasil yang luar biasa. Demikian pula supaya kita mendapatkan pengalaman yang luar biasa, kita juga harus keluar dari batas-batas kapasitas kita. Kita harus memercayai Allah yang luar biasa.

  1. Ketaatan. Sekalipun baru saja mengalami kegagalan, Simon taat pada perintah Tuhan Yesus. Ketaatan itu diwujudkan dengan melakukan perintah-Nya. Dari ketaatan itu, Simon mendapatkan kesuksesan secara ajaib.

Simon keluar dari tembok-tembok logika yang dia bangun: tempat yang dalam (logikanya, tidak banyak ikan di situ), waktu (logikanya, menjelang siang bukan waktu yang baik untuk menjala ikan), dan pengalaman (logikanya, pengalaman Simon sebagai nelayan tentu lebih bisa diandalkan). Hari-hari ini, tidak ada lagi yang bisa kita andalkan selain taat kepada firman Tuhan. Tembok-tembok yang kita bangun akan menutup cara Tuhan bekerja dalam hidup kita.

  1. Kerja sama. Simon memanggil teman-temannya ketika melihat hasil tangkapan yang banyak. Kita juga harus demikian, jangan malah egois. Ini sesuai dengan tema tahun 2020 GBT KP, yaitu “Sehati Menuruti Teladan Kristus.” Mari kita bekerja sama untuk mengalami pengalaman yang luar biasa.

REFLEKSI

Di dunia yang telah tercemar oleh dosa ini, banyak hal yang akan menggagalkan kita. Marilah kita bersandar pada sandaran yang kokoh, yaitu Tuhan Yesus. Hanya Dialah yang akan membawa kita untuk mendapat hasil yang baik.

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apa yang membuat kita sulit untuk selalu taat? Bagaimana mengatasinya?
  2. Apakah hasil yang didapat dari iman dan ketaatan itu pasti terwujud secara jasmani (seperti tangkapan ikan dalam peristiwa ini)? Jelaskan!

AYAT ALKITAB PENDUKUNG

1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” 5 Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” 6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” 9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” 11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. (Luk. 5:1-11)

About the author

Leave a Reply