Menjadi Wanita Terhormat (Ibr. 11:11-12)

Ibadah Minggu, 9 Mei 2021 (Pagi) – Hari Ibu Internasional

Oleh Pdt. Dina Latumahina (STT I-3 Batu)

Sara berarti “wanita terhormat” (Ibr. 11:11; bnd. 1Ptr. 3:4). Walaupun tidak lepas dari kegagalan, dia tercatat sebagai salah satu dari tokoh-tokoh iman dalam Ibrani 11 (bnd. Rm. 4:22). Mengapa bisa demikian?

I. Imannya. Sara berani mengambil keputusan untuk mengikut suaminya menaati panggilan Tuhan. Dia berani meninggalkan Ur-Kasdim, daerah yang kaya raya, untuk menempuh perjalanan sejauh 960 kilometer ke Haran (Kej. 11:30-31). Berulang kali, Sara juga mendampingi Abraham ke daerah-daerah lainnya. Sara sudah meninggalkan iman lamanya kepada berhala dan kemudian dia beriman kepada Allah. Iman pribadinya kepada Allahlah yang menyebabkan Sara mampu bertahan dan selalu bangkit dari kegagalan (misal, ketika gagal menanti janji Allah tentang keturunan dalam Kej. 17:15-16). Iman seperti ini hanya bisa teruji dalam situasi-situasi sulit.

II. Kesetiaan dan Ketaatannya. Ketaatan Sara ini menjadi gambaran dari ketaatan istri kepada suami (1Ptr. 3:1-6). Ketaatan kepada suami juga digambarkan seperti ketaatan kepada Tuhan (Ef. 5:22). Namun demikian, ketaatan kepada suami tidak boleh melanggar ketaatan kepada Tuhan. Apa yang dilakukan Sara ketika taat untuk berkata bohong ketika di Mesir tidak boleh dijadikan teladan bagi kita pada masa kini (baca Kej. 12:10-20).

Apakah kita tetap taat untuk mengikut panggilan Tuhan yang sulit? Apakah kita tetap taat kepada Tuhan ketika berada dalam situasi yang tanpa jaminan? Apakah kita tetap taat kepada Tuhan ketika situasi tidak berjalan dengan baik? Apakah kita tetap taat kepada Tuhan meski janji Tuhan tidak sesuai dengan akal pikiran kita? Marilah menjadi wanita dan pribadi yang terhormat melalui iman, kesetiaan dan ketaatan kita. Amin.

REFLEKSI

“Hati seorang wanita harus begitu dekat dengan Tuhan sehingga seorang pria harus mengejar-Nya untuk menemukannya” (C.S. Lewis)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apa contoh praktis bagi seorang istri untuk taat kepada suaminya ketika dia berada di posisi yang lebih tinggi (misal: penghasilan istri lebih tinggi)?
  2. Apakah Anda merasa sudah menjadi orang yang taat kepada Tuhan dan suami? Bukalah diri terhadap koreksi dari Tuhan dan pasangan Anda untuk menjadi pribadi yang terhormat.

AYAT ALKITAB TERKAIT

11 Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia. 12 Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya. (Ibr. 11:11-12)

tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. (1Ptr. 3:4)

Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran. (Rm. 4:22)

30 Sarai itu mandul, tidak mempunyai anak. 31 Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur-Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap di sana. (Kej. 11:30-31)

15 Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: “Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya. 16 Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.” (Kej. 17:15-16)

sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. (1Ptr. 3:6a)

Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, (Ef. 5:22)

About the author

Leave a Reply