Ibadah Minggu, 28 Maret 2021 (Sore)

Oleh Ev. Harry Ratulangi (STT Aletheia Lawang)

Kesengsaraan dan kebangkitan Kristus merupakan peristiwa yang sangat penting karena tertulis di semua kitab dalam Kitab Suci (Luk. 24:44). Peristiwa tersebut tidak terjadi mendadak, tetapi sudah tertulis di dalam Kitab Suci (1Kor. 15:3-4). Orang-orang yang percaya akan peristiwa tersebut akan mendapat hidup kekal (Yoh. 3:16; Kis. 16:31).

Yesus menghadapi tiga pengadilan dan semuanya membuktikan bahwa Yesus tidak bersalah. Pertama, pengadilan agama. Dalam pengadilan ini, banyak rekayasa supaya Yesus dihukum mati, namun tidak terbukti (Mrk. 14:55). Kedua, pengadilan Romawi. Di dalam pengadilan ini pun, tidak terbukti Yesus bersalah (Luk. 23:13-14). Ketiga, pernyataan Allah. Isteri Pilatus diberitahu oleh Allah bahwa Yesus adalah orang benar (Mat. 27:19).

Namun demikian, Yesus tetap dinyatakan bersalah karena Dia menyamakan diri-Nya dengan Allah sehingga dijatuhi hukuman mati. Dia menjalaninya karena kasih-Nya pada manusia (Rm. 5:8). Dosa kita ditanggung oleh-Nya (2Kor. 5:21). Akibatnya, kita yang berdosa dibenarkan di dalam Yesus (Ef. 1:7). Itu dilakukan bukan karena kebaikan kita, melainkan karena kehendak-Nya (Ibr. 10:10). Allah tidak lagi mengingat dosa-dosa kita (Ibr. 10:17).

Kita yang percaya pada Yesus pasti diselamatkan dari murka Allah (Rm. 5:8-11). Kita yang tadinya musuh Allah, diperdamaikan oleh Yesus. Kita dijadikan anak-anak Allah (Yoh. 1:12) dan keluarga Allah (Ef. 2:19). Yesus memberikan hidup kekal kepada kita sebagai anak-anak Allah (1Yoh. 5:13).

Apakah kita sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat? Jika belum, bukalah hati kita supaya yang Dia kerjakan menjadi milik kita: dibebaskan dari murka Allah, diperdamaikan dengan Allah, menjadi anak-anak Allah dan keluarga Allah, serta mendapat hidup kekal. Amin.

REFLEKSI

Menuju saliblah orang-orang Kristen ditantang untuk mengikuti Tuan-Nya. Dalam jalur penebusan, tidak ada jalan lain (Hans Urs von Balthasar)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apakah pendamaian dengan Allah telah berdampak dalam kehidupan Anda? Jelaskan melalui contoh sehari-hari!
  2. Apa hal-hal praktis yang bisa kita lakukan di gereja sebagai keluarga Allah?

 

AYAT ALKITAB TERKAIT

Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. (2Kor. 5:21)

Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.” (Luk. 24:44)

3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, 4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; (1Kor. 15:3-4)

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh. 3:16)

Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” (Kis. 16:31)

Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian terhadap Yesus supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya. (Mrk. 14:55)

13 Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, 14 dan berkata kepada mereka: “Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. (Luk. 23:13-14)

Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.” (Mat. 27:19)

8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. 9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. 10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! 11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu. (Rm. 5:8-11)

Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. (2Kor. 5:21)

Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, (Ef. 1:7)

Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus. (Ibr. 10:10)

dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka. (Ibr. 10:17)

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; (Yoh. 1:12)

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, (Ef. 2:19)

Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal. (1Yoh. 5:13)

About the author

Leave a Reply