Tinggallah di Dalam Aku dan Aku di Dalam Kamu (Yoh. 15:1-8)

Ibadah Minggu, 2 Mei 2021 (Pagi)

Oleh Pdt. Vivian Soesilo (GBT Kristus Pelepas, Malang)

Dalam bagian ini, Tuhan Yesus menggunakan metafora (gambaran) anggur untuk mengajarkan apa yang harus dilakukan oleh para pengikut-Nya.

I. Siapakah Pengusahanya? Allah Bapa digambarkan sebagai pengusaha anggur (TB) atau tukang kebun (BIMK). Sedangkan para pengikut-Nya adalah ranting-ranting. Dengan begitu baiknya, Allah Bapa memperhatikan pohon anggur-Nya supaya bisa bertumbuh baik. Ranting-ranting yang kurang baik dipotong dan dibuang supaya pohon-Nya bertumbuh dengan lebih baik. Ranting-ranting yang dibuang itu lalu dibakar.

Pembersihan bisa terlihat sebagai hukuman. Namun sebenarnya, itu dilakukan supaya kita bisa bertumbuh dengan lebih baik dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Oleh sebab itu, kita perlu mengakui dosa kita satu persatu secara spesifik. Hal ini harus kita lakukan berulang kali.

II. Tinggal di dalam Aku. Kata tinggal muncul 64 kali dalam Injil Yohanes dan Surat 1 Yohanes dari 118 kali kemunculannya di seluruh Perjanjian Baru. “Tinggal di dalam Yesus” merupakan suatu undangan untuk semua orang percaya supaya tinggal di dalam Yesus seperti Dia tinggal di dalam Bapa. Artinya, tidak hidup menurut jalan kita sendiri melainkan bersandar pada Tuhan. Kita harus mengikuti ajaran, keinginan, dan agenda Tuhan. Kita juga harus terus memiliki relasi dengan Tuhan. Kita harus mau dibentuk oleh firman Tuhan (2Tim. 3:16) dan menyimpannya dalam hati (Mzm. 119:11). Proses ini tidak mudah, namun hanya dengan cara ini kita bisa berbuah banyak (ay. 4, 5).

III. Arti dari Berbuah. Kata berbuah muncul enam kali dalam Injil Yohanes. Semua orang Kristen harus melakukan ini, tidak hanya berhenti pada percaya. Kita bisa mewujudkannya dalam hidup dan pelayanan kita masing-masing. Dengan melakukannya, nama Tuhan dimuliakan ( 8). Amin.

REFLEKSI

Persekutuan dengan Kristus merupakan dasar dari pengudusan kita dan kuasa yang memampukan pengudusan itu terjadi (Robert Letham)

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apakah perubahan hidup hanya bisa dilakukan jika kita ada di dalam Tuhan?
  2. Apa yang masih perlu diperbaiki dalam diri Anda? Renungkan, atau lebih baik lagi, mintalah pendapat orang-orang terdekat Anda. Akuilah itu semua di hadapan Tuhan dan bertobatlah!

AYAT ALKITAB TERKAIT

1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. 3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. 4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. 7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. 8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” (Yoh. 15:1-8)

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2Tim. 3:16)

Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. (Mzm. 119:11)

About the author

Leave a Reply