Waktu Manusia Lupa, Tuhan Ingat (Yes. 49:14-16)

Ibadah Minggu, 21 Juni 2020

Pdt. Dina E. Latumahina (STT I-3 Batu)

Banyak orang yang melupakan kebaikan yang telah diterimanya dari orang lain. Demikian juga, banyak orang yang melupakan Tuhan dan menganggap bahwa semua keberhasilan yang diperolehnya itu “karena saya,” bukan “karena Tuhan.” Ini pula yang terjadi dengan bangsa Israel yang sering kali lupa dengan Tuhan dalam keadaan yang menyenangkan. Mereka malah menyembah berhala sehingga Tuhan menghukum mereka dalam bentuk peperangan, pembuangan, kelaparan, kekeringan, penyakit, dan bahkan kematian). Tetapi, ketika dihukum, mereka malah menyalahkan Tuhan.

Itulah yang menjadi latar belakang ketika Tuhan berfirman bahwa Dia tidak mungkin melupakan mereka, seperti seorang ibu (yang normal) tidak akan mungkin membuang bayinya. Bahkan jika seorang ibu (dalam keberdosaannya) bisa melupakan anaknya, Tuhan tidak mungkin melakukan hal yang sama (Yes. 49:15). Mengapa demikian? Tuhan menggambarkannya dalam Yes. 49:16. Pada zaman itu, orang sering menuliskan sesuatu di batu untuk mengenang seseorang atau sesuatu. Israel digambarkan dilukiskan Tuhan di tangan-Nya. Artinya, Israel terpatri abadi dalam ingatan Tuhan.

Pernyataan Tuhan tersebut tidak hanya melegakan bangsa Israel, namun juga bagi kita sebagai umat Tuhan saat ini. Ada empat pelajaran yang dapat kita petik. Pertama, jadilah anak Tuhan yang tahu mengucap syukur (Mzm. 103:2-5). Kedua, Tuhan tidak pernah melupakan kita, walaupun dalam keadaan yang sangat sulit. Tetaplah berharap pada Tuhan. Ketiga, jadilah orang Kristen yang tahu berterima kasih kepada orang lain, dan ini tidak selalu berbentuk uang (2Tim. 3:2). Keempat, jika orang lain melupakan kebaikan kita, atau tidak mampu membalasnya, jangan kecewa. Berharaplah pada Tuhan, Imanuel, yang ada bersama dengan kita (Mat. 25:45).

REFLEKSI

Dalam keadaan yang sangat sulit, kita bisa putus asa karena fokus kita ada pada keadaan sekitar dan kemampuan diri. Renungkanlah janji Tuhan dalam Alkitab, supaya kita mendapat kekuatan dari pada-Nya.

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN

  1. Apa saja akibatnya bagi rohani kita jika sering melupakan kebaikan Tuhan?
  2. Sebutkan beberapa orang yang telah berbuat baik pada kita dalam seminggu ini. Apakah kita sudah berterima kasih padanya dan juga mendoakannya? Renungkanlah dan lakukanlah itu seperti tuntunan dalam khotbah ini.

AYAT ALKITAB PENDUKUNG

14 Sion berkata: “TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.” 15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. 16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku. (Yes. 49:14-16)

2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! 3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, 4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, 5 Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali. (Mzm. 103:2-5)

Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, (2Tim. 3:2)

Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. (Mat. 25:45)

About the author

Leave a Reply