Ibadah Minggu, 12 September 2021 (Pagi)
Oleh Pdt. Sylvia Soeherman (STT SAAT)
Seseorang yang merasa khawatir biasanya adalah orang yang ingin memegang sebuah kepastian namun merasa tidak yakin dengan apa yang ada di depannya. Orang tersebut merasa mampu dan ingin melakukan segala sesuatu untuk mengatasi ketidaktahuan yang dia hadapi. Namun pada kenyataannya, manusia tidak selalu memiliki kemampuan yang dibutuhkan.
Dalam konteks inilah Petrus menyadarkan pembacanya untuk menyadari ketidakmampuan mereka dan datang kepada Allah. Allah memiliki kekuatan yang tidak dapat dikalahkan oleh apa pun juga. Ini digambarkan dengan istilah “tangan yang kuat” pada ayat keenam. Ketika menghadapi kekhawatiran, orang biasa bertanya-tanya kapan Tuhan melepaskan mereka dari kesulitan. Namun marilah kita membalik pertanyaan tersebut. Dengan menyerahkan diri pada Allah yang kuat, pekalah untuk melihat apa rencana Tuhan di balik kesulitan yang masih terjadi dalam hidup kita.
Kemudian pada ayat ketujuh, Petrus menasihati untuk menyerahkan seluruh kekhawatiran kita. Tidak ada satu bagian pun yang masih kita simpan. Jangan lagi fokus pada rencana kita sendiri, tetapi berserahlah pada rencana Tuhan. Yakinlah bahwa seperti yang tertulis pada ayat ini, Dia memelihara (dalam bahasa aslinya, berarti memedulikan) kita. Tidak ada golongan manusia yang luput dari pemeliharaan-Nya. Buktinya, ketika datang ke dunia, Yesus memperhatikan semua orang. Bahkan, orang-orang yang dipinggirkan sesama.
Apa pun yang kita alami, lihatlah Allah yang sedang berkarya di dalam hidup kita. Walaupun ada ketidakpastian di depan kita, ketahuilah ada Allah yang memiliki rancangan yang baik. Oleh sebab itu, marilah kita datang kepada Allah yang mahakuasa dengan kerendahan hati. Amin.
REFLEKSI
Kekhawatiran tidak akan melenyapkan kesulitan hidup di masa depan, namun hanya akan melenyapkan kekuatan di masa sekarang (Charles Spurgeon)
PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN
- Mengapa pada waktu-waktu tertentu, kita bisa mengalami kesulitan untuk menyerahkan seluruh kekhawatiran kita?
- Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa kita telah menyerahkan seluruh kekhawatiran kita pada Allah? Jelaskan melalui contoh kasus sehari-hari!
AYAT ALKITAB TERKAIT
6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. (1Ptr. 5:6-7)
