Ibadah Minggu, 12 September 2021 (Sore)
Oleh Pdt. Sylvia Soeherman (STT SAAT)
Kita akan mempelajari dua hal dari bagian ini. Pertama, tentang kekhawatiran. Kita diajar untuk tidak khawatir tentang makanan dan pakaian, kebutuhan dasar dalam hidup. Yesus menggunakan contoh burung gagak dan bunga bakung. Kedua ciptaan Tuhan ini tidak melakukan usaha-usaha seperti manusia (bekerja keras) namun dipelihara oleh-Nya (ay. 24-28). Demikian juga Tuhan pasti akan mencukupkan kebutuhan dasar anak-anak-Nya.
Namun demikian, apakah kita boleh bermalas-malasan? Tentu saja tidak. Alkitab menyatakan bahwa kita harus bekerja. Misalnya, Paulus mengatakan bahwa “jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” (2Tes. 3:10). Namun demikian, jangan sampai terlalu fokus di dalamnya sehingga khawatir. Ingatlah bahwa Allah tahu segala kebutuhan kita (ay. 30).
Kedua, mari kita mencermati apa yang terjadi sebelum Yesus mengajarkan bagian ini. Ketika itu, ada seseorang yang meminta Yesus untuk menjadi penengah dengan saudaranya berkaitan dengan pembagian warisan (ay. 13). Yesus menolak permintaan itu dan menggunakan peristiwa ini untuk mengajarkan hal yang lebih penting. Dia mengatakan bahwa hidup tidak tergantung pada kekayaan sehingga manusia harus waspada terhadap segala ketamakan (ay. 15). Yesus kemudian menceritakan perumpamaan Orang Kaya yang Bodoh (ay. 16-21). Perumpamaan ini menegaskan bahwa harta tidak akan menunjukkan siapa diri kita di hadapan Allah (ay. 21). Inilah yang kemudian menjadi latar belakang ajaran Yesus tentang kekhawatiran.
Marilah kita fokus untuk mencari Kerajaan Allah (Mat. 6:33). Allah harus bertakhta menjadi Raja di dalam kehidupan kita. Keselamatan kekal di dalam Kristus jauh lebih penting dibanding dengan mencari kekayaan. Fokuslah bukan seberapa banyak harta yang kita dapatkan, tetapi seberapa banyak orang yang bisa kita beritakan Injil. Amin.
REFLEKSI
Saya belajar dalam hidup saya sendiri untuk selalu memfokuskan pikiran pada Kristus setiap hari (Billy Graham)
PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN
- Apa bukti/contoh nyata bahwa seseorang fokus mencari Kerajaan Allah?
- Bagaimana penerapan isi khotbah ini secara praktis dalam kehidupan Anda sehari-hari? Nyatakan komitmen Anda pada Tuhan.
AYAT ALKITAB TERKAIT
22 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. 23 Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian. 24 Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu! 25 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? 26 Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain? 27 Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 28 Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya! 29 Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu. 30 Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu. (Luk. 12:22-30)
Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. (2Tes. 3:10)
Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” (Luk. 12:15)
16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” (Luk. 12:16-21)
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat. 6:33)
