Ibadah Minggu, 3 Oktober 2021 (Pagi)
Oleh Pdt. Andreas Hauw (STT SAAT)
Surat Yakobus ditulis kepada orang-orang Kristen ketika mereka tersebar ke mana-mana. Karena tinggal di tengah lingkungan yang tidak percaya Kristus, orang-orang Kristen itu menjadi sulit untuk bersaksi. Melalui ayat ini, Yakobus menekankan bahwa mendengar dan berbicara seharusnya dapat menjadi kesaksian dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat ini pun, banyak hal yang sebenarnya tidak patut kita dengar. Jika apa yang kita dengar salah, maka kita akan salah pula dalam berkata-kata (baca Yak. 3:5-12).
Di dalam kitab Amsal, Salomo mengajarkan bahwa orang yang bijak adalah orang yang mau mendengar (baca Amsal 8). Orang yang mendengar hikmat (Ams. 1:5) akan memperoleh kebahagiaan dan bahkan disembuhkan fisiknya (Ams. 4:13; 22). Jadi, orang yang mendengar dan tidak mendengar akan mendapat hasil yang berbeda baik secara jiwa maupun fisik.
Selain hal mendengar, Salomo pun mengajarkan hal berkata-kata (misal Ams. 6:19; 10:11, 21; 12:14, 18-19; 16:24; 18:4, 8). Salomo mengajarkan bahwa perkataan kita memiliki relasi dengan Tuhan (Ams. 12:22), diri sendiri (Ams. 18:21; 21:6), dan sesama manusia (Ams. 15:4; 20:19; 29:8).
Dari pengajaran Salomo tersebut, kita belajar bahwa ada dampak baik dan buruk dalam berkata-kata. Kita harus memilih kata-kata yang baik, supaya dampaknya juga baik. Selain itu, tidak selamanya “diam itu emas.” Kita harus tahu kapan waktu yang tepat bagi kita untuk berkata-kata (Ams. 25:11). Misalnya, kita harus berkata-kata ketika melihat ada orang-orang yang tertindas dan tidak dapat membela diri (Ams. 31:8-9).
Marilah kita buang semua kebiasaan yang kotor dalam berbicara (Yak. 1:21) sehingga hal itu tidak berkembang menjadi karakter kita. Ada tiga cara untuk memeriksa kata-kata kita: 1) Apakah yang kita katakan itu benar? 2) Apakah yang kita katakan itu membangun? 3) Apakah yang kita katakan itu perlu? Amin.
REFLEKSI
O, Tuhan, jagalah hati, mata, kaki, dan juga lidah kami (William Tiptaft)
PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN
- Sebutkan contoh hal-hal yang seharusnya tidak kita dengarkan dan katakan dalam era media sosial sekarang ini.
- Apa yang seharusnya lebih banyak kita dengar dan kita katakan di tengah situasi sulit akibat pandemi ini? Lakukanlah itu! (Catatan: tidak hanya terkait dengan keadaan kesehatan dan ekonomi, tetapi juga kerohanian)
AYAT ALKITAB TERKAIT
Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; (Yak. 1:19)
Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. (Yak. 1:21)
5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. 6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. 7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, 8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan. 9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, 10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi. 11 Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama? 12 Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar. (Yak. 3:5-12)
baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan (Ams. 1:5)
Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu. (Ams. 4:13)
Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka. (Ams. 4:22)
seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara. (Ams. 6:19)
Mulut orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman. (Ams. 10:11)
Bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi. (Ams. 10:21)
Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya. (Ams. 12:14)
18 Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan. 19 Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata. (Ams. 12:18-19)
Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya. (Ams. 12:22)
Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati. (Ams. 15:4)
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. (Ams. 16:24)
Perkataan mulut orang adalah seperti air yang dalam, tetapi sumber hikmat adalah seperti batang air yang mengalir. (Ams. 18:4)
Perkataan pemfitnah seperti sedap-sedapan, yang masuk ke lubuk hati. (Ams. 18:8)
Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. (Ams. 18:21)
Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut. (Ams. 20:19)
Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut. (Ams. 21:6)
Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak. (Ams. 25:11)
Pencemooh mengacaukan kota, tetapi orang bijak meredakan amarah. (Ams. 29:8)
8 Bukalah mulutmu untuk orang yang bisu, untuk hak semua orang yang merana. 9 Bukalah mulutmu, ambillah keputusan secara adil dan berikanlah kepada yang tertindas dan yang miskin hak mereka. (Ams. 31:8-9)
