Hikmat: Belajar dari Semut (Ams. 6:6-11; 30:24-25)

Ibadah Umum I, 20 Februari 2022

Oleh: Pdt. Vivian Soesilo

Amsal merupakan salah satu kitab-kitab hikmat (bersama kitab Ayub, Mazmur, Pengkhotbah, dan Kidung Agung). Kitab-kitab ini mengajarkan bagaimana hidup dengan bijaksana. Amsal mengajarkannya secara praktis. Salah satunya bagian ini, di mana kita diminta untuk belajar dari semut, binatang yang sangat kecil dan sering dianggap mengganggu.

Dalam bahasa Ibraninnya, kata semut dalam bagian ini tertulis dalam bentuk feminin tunggal. Ini sesuai dengan hikmat yang sering digambarkan dalam kitab Amsal sebagai seorang perempuan (misalnya, “Wanita Hikmat” dalam Ams. 31:10-31). Bentuk ini menunjukkan adanya tanggung jawab pribadi. Setiap semut memiliki pekerjaan sendiri dalam sistem sosialnya. Selain secara pribadi bekerja keras, semut juga bekerja sama untuk kebaikan bersama.

Gambaran ini dikontraskan penulis kitab Amsal dengan para pemalas. Seekor semut bersikap proaktif, mampu melihat kesempatan, dan mengambil inisiatif sendiri tanpa disuruh-suruh oleh pemimpinnya (Ams. 6:7-8). Semut juga binatang yang sangat kecil dan tidak kuat (Ams. 30:24-25), namun sangat cekatan (Ams. 30:24; “pandai sekali” – BIMK). Semut mampu melihat musim dan menyediakan makanan untuk masa-masa sulit. Hal ini mengingatkan kita pada apa yang dilakukan oleh Yusuf ketika menghadapi kelaparan di Mesir (baca Kej. 40-45).

Apa yang dapat kita pelajar? Marilah kita bekerja sama untuk menggenapi Amanat Agung (Mat. 28:18-20), saling menolong (Gal. 6:2), dan menghibur orang lain (2Kor. 1:4). Tidak ada yang sia-sia di dalam melakukan pekerjaan Tuhan (1Kor. 15:58). Amin.

REFLEKSI

Jika Anda terus berpikir apa yang Anda inginkan untuk dilakukan dan apa yang Anda harapkan untuk terjadi, tetapi tidak melakukannya, maka hal itu tidak akan terjadi (Desiderius Erasmus)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja yang mungkin terjadi dalam sebuah pelayanan jika orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak mau bekerja sama?
  2. Apa yang dapat Anda perbaiki dalam hidup sehari-hari setelah belajar dari semut melalui khotbah ini?

REFERENSI AYAT ALKITAB

6 Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: 7 biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, 8 ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. 9 Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? 10 “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring”  — 11 maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata. (Ams. 6:6-11)

24 Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: 25 semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas, (Ams. 30:24-25)

24 Di bumi ini ada empat macam binatang yang kecil tetapi pandai sekali, yaitu: 25 Semut, binatang yang tidak kuat, tetapi menyediakan makanannya pada musim panas. (Ams. 30:24-25 BIMK)

18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat. 28:18-20)

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus. (Gal. 6:2)

yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. (2Kor. 1:4)

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. (1Kor. 15:58)

About the author

1 Response
  1. pak parda

    shalom..
    kalau kita mau mencontoh dalam kehidupan ini kepada anak ayam yang baru menetas yang sudah kais2 tanah cari makan juga bisa .. Tuhan Allah mahakuasa.
    Tuhan berkati kita semua..

Leave a Reply