Ibadah Umum II, 20 Februari 2022

Oleh: Pdm. Jusak Gandawidjaja

Ada tiga hal yang dapat kita renungkan dari bagian ini. Pertama, jati diri. Yesus adalah Gembala yang Baik karena Dia memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Dia memelihara, menuntun, dan menyelamatkan domba-domba-Nya dari mara bahaya. Selain itu, Yesus juga datang untuk memberikan hidup yang berkelimpahan (ay. 10). Bukan berkelimpahan secara kuantitatif (misal, memiliki lebih banyak uang), melainkan secara kualitatif (Rm. 8:30).

Kedua, mengenal Tuhan secara pribadi (ay. 14). Selain Yesus mengenal domba-domba-Nya, mereka pun mengenal Dia sebagai Sang Gembala. Bagaimana kita bisa menjalin hubungan yang intim dengan Sang Gembala? Ketika Tuhan berfirman, kita harus mendengar, mengimani, dan melakukannya.

Ketiga, mengalami Tuhan secara pribadi (ay. 9). Tidak hanya mengenal Yesus dari “kata orang,” tetapi memiliki pengalaman secara pribadi. Inilah yang dialami oleh Daud bersama Tuhan (Mzm. 23:1-4). Amin.

REFLEKSI

Penyertaan Tuhan adalah satu-satunya sandaranku karena yang lain tidak bisa diandalkan (George Washington)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah bedanya antara Kristus, Sang Gembala yang Baik, dengan para pemimpin manusia lainnya (termasuk pemimpin rohani)?
  2. Apa saja karakter Kristus sebagai Gembala yang Baik yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari? Bagaimana caranya?

REFERENSI AYAT ALKITAB

9 Akulah pintu. Jika seseorang masuk melalui Aku, ia akan diselamatkan, dan akan keluar masuk, serta menemukan padang rumput. 10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. 11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; (Yoh. 6:9-11)

Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku (Yoh. 10:14)

Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. (Rm. 8:30)

1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; 3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. 4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. (Mzm. 23:1-4)

About the author

Leave a Reply