Ibadah Umum I, 3 Juli 2022.
Oleh: Bpk. Christian Hadi Kurniawan.
Dalam bagian ini, Tuhan Yesus menegur kemunafikan yang dilakukan oleh orang-orang Farisi dalam memberikan persembahan. Mereka biasa memperlihatkan kesalehan dalam memberikan persembahan. Bahkan, sering juga mengeruk harta janda-janda miskin di rumah-rumah ibadat. Tuhan Yesus mengajarkan supaya para pengikut-Nya melakukan hal yang berbeda.
Tuhan Yesus memperhatikan (ay. 41) bagaimana orang-orang memberikan persembahan di Bait Allah. Artinya, Dia mengamati untuk menilai perbuatan mereka. Waktu itu, uang yang digunakan adalah uang koin sehingga semakin banyak persembahan yang dimasukkan, semakin nyaring pula suara yang terdengar. Dapat dibayangkan pula ketika janda miskin itu memasukkan dua uang tembaga (ay. 42 BIMK), tidak ada suara nyaring terdengar. Tetapi, Yesus justru memuji persembahan janda miskin itu (ay. 43-44).
Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari. Pertama, janda miskin itu memberi dengan motivasi hati yang tulus. Walaupun berkekurangan, namun janda miskin tersebut tetap memberikan persembahan karena dia memiliki rasa syukur pada Tuhan (bnd. 2Kor. 9:7). Kedua, janda miskin itu memberi dengan pengurbanan yang terbaik. Di dalam kantongnya sudah tidak ada lagi yang tersisa (ay. 44b). Dia melakukannya karena sungguh-sungguh beriman dan mengasihi Tuhan.
Tuhan sudah memberikan berkat-berkat yang terbaik bagi kita (Yoh. 10:10). Tidak hanya kebutuhan jasmani kita tercukupi, tetapi juga kita mendapat keselamatan kekal. Maka dari itu, apakah kita masih hitung-hitungan dengan Tuhan? Amin.
REFLEKSI
Kurangnya kemurahhatian menunjukkan kegagalan kita untuk mengakui bahwa apa yang kita miliki adalah milik Tuhan, bukan kita (Tim Keller)
PERTANYAAN DISKUSI
- Setujukah Anda dengan pernyataan, “Tidak apa-apa mempersembahkan sedikit, yang penting tulus”? Jelaskan pendapat Anda.
- Apakah ada motivasi-motivasi yang masih keliru ketika Anda memberikan persembahan pada Tuhan? Apa komitmen Anda untuk memperbaikinya?
REFERENSI AYAT ALKITAB
41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. 42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. 43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. 44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” (Mrk. 12:41-44)
Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. (2Kor. 9:7)
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yoh. 10:10)
