Ibadah Umum I, 10 September 2023. Oleh: Ev. Lim Hendra.

Berdasar penelitian, rahasia keberhasilan bukanlah kecerdasan, penampilan fisik, atau kemampuan bersosialisasi. Tetapi, grit, atau gairah dan ketekunan untuk tujuan jangka panjang. Ini seperti halnya para pelari maraton, bukannya sprin.

Dalam kisah ini, Daud masih sangat muda dan belum menjadi raja (bahkan belum menjadi prajurit). Bangsa Israel menghadapi krisis besar karena mendapat tantangan dari Goliat. Semua orang Israel ketakutan, termasuk Saul. Tetapi Tuhan memakai Daud yang tangguh dan berkarakter baik.

Bagaimana Daud bisa menjadi seorang yang tangguh? Pertama, mau peduli dan tidak tawar hati (ay. 32a). Walaupun sebenarnya di luar tanggung jawabnya (karena masih muda), Daud mau peduli dengan krisis tersebut. Kedua, berani menghadapi, bukannya takut dan menghindar (ay. 32b). Seperti halnya Daud berani menghadapi tantangan Goliat, demikian pula kita harus berani menghadapi kesulitan.

Ketiga, biasa berlatih bukan berdalih (ay. 34-35). Daud terlatih mengalahkan singa dan beruang karena dia harus melindungi domba-domba gembalaannya. Pengalaman karena latihan seperti inilah yang juga membuat kita kuat. Keempat, jujur mengakui keterbatasan diri, namun terbuka mengembangkan diri (ay. 38-39). Daud menanggalkan pakaian prajurit karena tidak terbiasa. Tetapi, dia mau menggunakan ketapel. Kelima, andalkan Tuhan, bukan diri sendiri (ay. 37). Kristus telah menyelesaikan krisis terbesar, maka tidak ada lagi yang menggagalkan kita. Amin.

REFLEKSI

Jangan merendahkan Allah kita dengan keraguan dan ketakutan yang tidak perlu, tetapi kuatlah di dalam iman dan muliakan Tuhan (Charles Spurgeon)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah orang yang benar-benar beriman akan terhindar dari ketakutan? Jelaskan jawaban Anda.
  2. Apakah Anda adalah orang yang terbiasa untuk menghadapi kesulitan atau menghindarinya? Apa perbaikan yang dapat Anda lakukan berdasar khotbah ini?

REFERENSI

31 Terdengarlah kepada orang perkataan yang diucapkan oleh Daud, lalu diberitahukanlah kepada Saul. Dan Saul menyuruh memanggil dia. 32 Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” 33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.” 34 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, 35 maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya. 36 Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.” 37 Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” 38 Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya. 39 Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya. (1Sam. 17:31-39)

About the author

Leave a Reply