Ibadah Umum II, 1 Desember 2024. Oleh: Pdt. Chandra Wim.
Hidup ini adalah sebuah penantian. Orang Israel menantikan Juru Selamat selama ribuan tahun. Demikian pula Gereja pada saat ini sedang menantikan kedatangan Kristus yang kedua. Bagaimana kita mengisi hidup dalam masa penantian ini?
Perumpamaan ini merupakan bagian dari rangkaian khotbah di Bukit Zaitun pada pasal 24-25 (Olivet Discourse). Ada tujuh pelajaran dari perumpamaan ini. Pertama, Yesus adalah Sang Tuan yang murah hati. Kita dapat melihat anugerah Tuhan di sini. Kedua, meski belum kunjung datang, Sang Tuan pasti datang. Lilin pengharapan atas kedatangan Kristus harus terus kita jaga. Ketiga, waktu kedatangan-Nya ada dalam kedaulatan kehendak-Nya. Kita tidak perlu berspekulasi mengenai kapan tepatnya Kristus datang. Keempat, ketika Dia datang, akan ada pertanggungjawaban. Kita akan mempertanggungjawabkan seluruh talenta yang Tuhan berikan pada kita.
Kelima, kita bertanggung jawab atas apa yang Tuhan berikan pada kita, bukan apa yang tidak Tuhan berikan (dan juga tidak bertanggung jawab atas apa yang Tuhan berikan pada orang lain). Tuhan akan memberikan sesuatu sesuai kemampuan kita. Keenam, kedatangan-Nya yang kedua sebagai Raja akan memiliki unsur penghakiman yang akan membawa pemisahan kekal. Orang yang tidak bertanggung jawab dengan talentanya akan dikeluarkan dari Kerajaan kekal. Ketujuh, kita dipanggil untuk setia menantikan kedatangan-Nya dengan aktif. Pakai semua yang telah Tuhan berikan (Kol. 3:23-24). Amin.
REFLEKSI
Semua orang harus menjawab bagaimana mereka memanfaatkan seluruh talenta yang Tuhan percayakan (D.L. Moody)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa saja kesulitan atau persoalan yang bisa terjadi di dalam gereja ketika masing-masing orang menggunakan talenta yang dimilikinya? Bagaimana car amengatasinya?
- Adakah talenta yang selama ini belum Anda manfaatkan sepenuhnya untuk Kerajaan Allah? Nyatakan komitmen Anda untuk melakukannya!
REFERENSI
14 ”Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. 15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. 16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. 17 Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. 18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. 19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. 20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. 21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. 23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. 25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! 26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? 27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. 28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. 29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” (Mat. 25:14-30)
23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya. (Kol. 3:23-24)
