Prioritas yang Salah Menghambat Berkat (Hag. 1:1-11)

Ibadah Umum II, 23 Februari 2025. Oleh: Pdm. Tomy Handaka Patria.

Di dalam Kitab Ezra dikisahkan bahwa setelah bangsa Yehuda kembali dari pembuangan, mereka berusaha membangun kembali Bait Allah yang dihancurkan oleh Babel. Namun karena tidak tahan dengan tentangan dari orang-orang sekitar, pembangunan tersebut akhirnya terhenti. Orang-orang Yehuda pun sibuk mengurusi penghidupan mereka sehari-hari.

Hagai kemudian menyampaikan teguran dari Tuhan karena mereka lebih mengutamakan urusan pribadi dibanding menghormati Tuhan, Allah yang membawa mereka pulang. Itulah yang menyebabkan seberapapun mereka berusaha, mereka tidak mendapatkan hasil yang cukup.

Ketika kita tidak memprioritaskan Tuhan, maka kita pun akan mengalami nasib yang sama. Kita akan mendapat hasil yang sedikit, tidak pernah merasakan kepuasan, serta banyak kebocoran di sana-sini. Seberapapun keras kita berusaha, jika prioritasnya salah, maka semuanya akan sia-sia.

Di dalam masa Hagai, prioritas yang benar adalah membangun Bait Allah. Kita harus menggumuli bagaimana memprioritaskan Tuhan di dalam hidup kita (Mat. 6:33). Tidak jarang itu berlawanan dengan keinginan daging kita. Tetapi yakinlah, kita akan merasakan kepuasan yang lebih di dalamnya.

Marilah kita periksa prioritas hidup kita. Segeralah berbalik jika prioritas kita salah, supaya hidup kita diberkati. Amin.

REFLEKSI

Jika prioritas hidup kita salah, maka tidak ada satu pun yang bisa memuaskan kita (David Guzik)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Di dunia ini, ada orang-orang yang tidak memprioritaskan Tuhan namun hidup mereka kelihatan lancar. Maukah Anda mengikuti jalan yang sama? Mengapa?
  2. Adakah hal-hal di dalam kehidupan Anda yang bisa mengalihkan Anda dari memprioritaskan Tuhan? Bagaimana Anda akan memperbaikinya?

REFERENSI

1 Pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius, pada bulan keenam, pada tanggal satu bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan Nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, kepala daerah Yehuda, dan kepada Imam Besar Yosua bin Yozadak, bunyinya,  2 ”Beginilah firman TUHAN Semesta Alam, bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali Rumah TUHAN!” 3 Lalu datanglah firman TUHAN dengan perantaraan Nabi Hagai, bunyinya, 4 ”Apa sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang berlapis papan, sedangkan bait ini masih berupa reruntuhan? 5 Sekarang, beginilah firman TUHAN Semesta Alam: Perhatikanlah langkah hidupmu! 6 Kamu menabur banyak, tetapi hasilnya sedikit; kamu makan, tetapi tidak kenyang; kamu minum, tetapi tidak puas; kamu berpakaian, tetapi tidak merasa hangat. Orang yang bekerja untuk upah, mendapat upah dalam pundi-pundi yang berlubang! 7 Beginilah firman TUHAN Semesta Alam: Perhatikanlah langkah hidupmu! 8 Naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah bait itu. Aku akan berkenan padanya dan dimuliakan, firman TUHAN. 9 Kamu mengharapkan banyak, tetapi lihat hasilnya sedikit. Ketika kamu membawanya pulang, Aku meniupnya lenyap. Apa sebabnya? demikianlah firman TUHAN Semesta Alam. Oleh karena bait-Ku yang masih berupa reruntuhan, sedangkan kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. 10 Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya. 11 Aku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung, ke atas gandum, ke atas anggur, ke atas minyak, ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan serta ke atas segala upaya tanganmu.” (Hag. 1:1-11 TB2)

About the author

Leave a Reply