Sungguh Indah Bertemu dengan Tuhan (Yoh. 21:3)

Ibadah Umum II, 4 Mei 2025. Oleh: Pdt. Yok Suhendra Atmadja.

Petrus dipanggil menjadi seorang penjala manusia. Tetapi setelah kematian Yesus, dia kembali ke pekerjaan lamanya, yaitu penjala ikan (ay. 3a). Mari perhatikan beberapa hal.

Mengapa Petrus kembali menangkap ikan? Bahkan, dia memengaruhi murid-murid yang lain (ay. 3b). Hal ini terjadi karena dia mulai khawatir dengan hari esok (bnd. Luk. 18:28). Kemudian, dia juga tidak mengenal Yesus yang bangkit (ay. 4; 1Kor. 15:19-20).

Mengapa Yesus berkata tentang makanan (ay. 5)? Sebab Dia tahu keadaan para murid yang sedang khawatir, khususnya tentang kelangsungan hidup mereka. Kemudian, Dia juga ingin menyatakan diri-Nya yang telah bangkit (ay. 6).

Mengapa pertanyaan khusus ditujukan pada Petrus (ay. 15)? Petrus merasa lebih dari Yesus (Mrk. 8:32), menjadi sombong (Mrk. 14:29), imannya tidak stabil (Mat. 14:28), pamrih di dalam pelayanan (Mat. 19:27), dan tidak menyerahkan diri sepenuhnya pada Tuhan.

Mengapa penyerahan Petrus perlu diteladani? Dia memperbarui komitmennya pada Tuhan, memiliki tekad yang kuat – bukan nekat, berani mati dan siap mati, serta memiliki penyerahan total (ay. 7, 18).

Sekalipun Petrus mengecewakan Tuhan, tetapi Tuhan tidak membuangnya. Marilah kita alami kebangkitan Kristus bertemu dengan Tuhan. Amin.

REFLEKSI

Perjumpaan dengan Tuhan selalu menuntun pada transformasi hidup (Gerald R. Borchert)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja keraguan yang biasa dialami orang yang meragukan kebangkitan Yesus? Bagaimana Anda menjawab keraguan tersebut berdasar bukti-bukti dalam Alkitab?
  2. Apa saja dampak kekhawatiran dalam hidup orang percaya?

REFERENSI

3 Kata Simon Petrus kepada mereka: ”Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: ”Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.  4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 5 Kata Yesus kepada mereka: ”Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: ”Tidak ada.” 6 Maka kata Yesus kepada mereka: ”Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: ”Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: ”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: ”Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: ”Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.”

(Yoh. 21:3-6; 15, 18)

Petrus berkata: ”Kami ini telah meninggalkan segala kepunyaan kami dan mengikut Engkau.” (Luk. 18:28)

19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. 20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. (1Kor. 15:19-20)

Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. (Mrk. 8:32)

Kata Petrus kepada-Nya: ”Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak.” (Mrk. 14:29)

Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: ”Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” (Mat. 14:28)

Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: ”Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” (Mat. 19:27)

About the author

Leave a Reply