Peran Suami Istri Menurut Firman Tuhan (Ef. 5:22-33)

Ibadah Umum I, 27 Juni 2025. Oleh: Pdt. Eddy Tendean.

Keharmonisan dalam rumah tangga tentu sangat diidam-idamkan setiap orang. Namun, seringkali dengan kekuatan, kepintaran, materi, serta emosi, kita mempertahankan sesuatu yang pada akhirnya gagal. Mengapa? Kita mungkin tidak sadar bahwa Iblis berusaha menghancurkan keluarga kita dengan berbagai cara (1Ptr. 5:8).

Ada berbagai cara Iblis menggoyahkan kasih suami-istri. Pertama, terlalu sibuk dalam pekerjaan. Apalagi, jika suami dan istri sama-sama bekerja. Kedua, uang dan materi. Kita memang perlu mencari uang, tetapi jiwa kita dan relasi dengan Allah jauh lebih berarti dibanding semuanya. Ketiga, orang di sekeliling kita. Berhati-hatilah dengan lingkungan pergaulan kita. Keempat, keindahan dunia. Berwisata boleh, tetapi jangan sampai merusak relasi suami-istri. Kelima, teknologi. Pada zaman modern ini, teknologi bisa memperbudak kita.

Jika demikian, bagaimana mewujudkan kasih suami-istri? Pertama, selalu ingat janji dan tujuan pernikahan (Rm. 11:36). Kedua, selalu ingat firman Tuhan tentang kasih (Yoh. 15:9). Relasi dengan Tuhan adalah sumber kekuatan dan inspirasi dalam membangun rumah tangga. Lakukanlah segala tanggung jawab kita dalam rumah tangga dengan kasih, bukan karena merasa itu sebagai kewajiban.

Tidak ada orang yang sempurna, tetapi tugas kita dalam keluarga belum selesai. Marilah selalu introspeksi diri dan berkomitmen membangun rumah tangga dengan baik. Amin.

REFLEKSI

Biarlah para istri membuat suaminya merasa senang ketika pulang ke rumah, dan biarlah para suami membuat istrinya sedih ketika dia berangkat dari rumah (Martin Luther)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja kebiasaan rumah tangga yang pernah Anda jumpai di masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Alkitab?
  2. Bagaimana Anda ingin diperlakukan oleh pasangan Anda? Bagaimana Anda ingin memperlakukannya? Apakah itu sesuai dengan Alkitab?

REFERENSI

22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan,  23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. 25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya  26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. 28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. 29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, 30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya. 31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.  32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. 33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya. (Ef. 5:22-33)

Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. (1Ptr. 5:8)

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Rm. 11:36)

Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu (Yoh. 15:9)

About the author

Leave a Reply