Bebas dari Belenggu Kepahitan (Ef. 4:30-31)

Ibadah Umum II, 3 Agustus 2025. Oleh: Pdm. Elda Fariani.

Kepahitan yang ada di dalam hati akan menimbulkan “bau busuk” di hadapan Tuhan. Kepahitan dapat berupa sakit hati, dendam, marah, dan sebagainya (ay. 31). Penyebabnya dapat bermacam-macam, seperti ditipu, diperlakukan tidak adil, mendapat perundungan (bullying), dikhianati. Buanglah sakit hati kita karena menyimpannya bukanlah tindakan yang bijak (Pkh. 7:9). Selain bisa menyakiti orang lain, sakit hati juga bisa merusak diri sendiri.

Jika kita tidak mau mengampuni orang yang telah menyakiti kita, maka Tuhan pun tidak akan mengampuni kesalahan kita (Mat. 6:14-15). Tuhan menginginkan kita untuk mengampuni orang lain tanpa batas (Mat. 18:21-22).

Memang pengampunan tidak selalu mudah untuk dilakukan. Namun ingatlah bahwa Tuhan Yesus telah mengampuni kita, yang telah melakukan begitu banyak dosa. Teladanilah sikap-Nya itu. Roh Allah telah memberikan roh yang baru (Gal. 5:24). Tuhan memberikan kekuatan-Nya bagi kita (Flp. 4:13). Amin.

REFLEKSI

Kepahitan mengacu pada permusuhan yang meracuni keseluruhan manusia batiniah kita (Warren W. Wiersbe)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa saja ciri-ciri orang yang masih dibelenggu dalam kepahitan? Adakah ciri-ciri tersebut terdapat dalam diri Anda?
  2. Adakah kepahitan yang masih Anda simpan? Mohon kekuatan Roh Kudus untuk melepaskannya dan jika perlu, minta pertolongan orang yang dapat dipercaya (rohaniwan atau konselor).

REFERENSI

30 Janganlah menyedihkan hati Roh Allah. Kalian sudah dimeteraikan dengan Roh, menjadi milik Allah. Roh itu juga merupakan jaminan bahwa Hari Pembebasan akan datang bagimu. 31 Hilangkanlah segala perasaan sakit hati, dendam dan marah. Jangan lagi berteriak-teriak dan memaki-maki. Jangan lagi ada perasaan benci atau perasaan lain semacam itu. (Ef. 4:30-31 BIMK)

Jangan buru-buru naik pitam;

hanya orang bodoh menyimpan dendam. (Pkh. 7:9 BIMK)

14 Kalau kalian mengampuni orang yang bersalah kepadamu, Bapamu di surga pun akan mengampuni kesalahanmu. 15 Tetapi kalau kalian tidak mengampuni kesalahan orang lain, Bapamu di surga juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. (Mat. 6:14-15 BIMK)

21 Kemudian Petrus datang kepada Yesus dan bertanya, ”Tuhan, kalau saudara saya berdosa terhadap saya, sampai berapa kali saya harus mengampuni dia? Sampai tujuh kalikah?”

22 Yesus menjawab, ”Tidak, bukan sampai tujuh kali, tetapi tujuh puluh kali tujuh kali!” (Mat. 18:21-22 BIMK)

24 Orang-orang yang sudah menjadi milik Kristus Yesus, orang-orang itu sudah mematikan tabiat manusianya dengan segala nafsu dan keinginannya. 25 Roh Allah sudah memberikan kepada kita hidup yang baru; oleh sebab itu Ia jugalah harus menguasai hidup kita. (Gal. 5:24-25 BIMK)

Dengan kuasa yang diberikan Kristus kepada saya, saya mempunyai kekuatan untuk menghadapi segala rupa keadaan. (Flp. 4:13 BIMK)

About the author

Leave a Reply