Pujilah TUHAN, Hai Jiwaku! Bagian 2 (Mzm. 103:6-22)

Ibadah Umum II, 31 Agustus 2025. Oleh: Pdt. Vivian Soesilo.

Bagian ini (ay. 6-22) merupakan bagian kedua dari Mazmur 103, yang menyatakan tentang kedaulatan Tuhan. Di dalam ayat 6-14, Pemazmur menyatakan karakter Tuhan. Dia adalah Tuhan yang adil dan mendengar jeritan orang yang tertindas (ay. 6; Mat. 7:12). Pemazmur mengingatkan bahwa Tuhan telah melepaskan bangsa Israel dan memberikan Sepuluh Perintah (ay. 7). Walaupun mereka sempat berbalik dari Tuhan dan menyembah dewa-dewa, Tuhan tetap mengasihi mereka (ay. 8). Memang Tuhan marah, tetapi tidak selama-lamanya (ay. 9). Bahkan, Tuhan tidak membalas kesalahan mereka (ay. 10) dan tidak mengingat-ingat dosa mereka lagi (ay. 11-12). Tuhan diibaratkan seperti orang tua yang menyayangi anak-anaknya (ay. 13; 49:15). Tuhan tahu, manusia seperti debu (ay. 14).

Kemudian di dalam ayat 15-18, Pemazmur mengingatkan bahwa umur manusia ada batasnya. Hidup manusia sangat fana (ay. 15-16). Sebaliknya, kasih setia Tuhan itu kekal dan Dia juga memberikan keadilan. Hal itu diberikan-Nya bagi orang-orang yang takut akan Dia dan menaati-Nya (ay. 17-18).

Terakhir, di dalam ayat 19-22, Pemazmur memperlihatkan bahwa Tuhan juga menegakkan takhta-Nya di surga. Seluruh ciptaan yang taat kepada-Nya, tidak hanya manusia tetapi juga para malaikat, memuji Tuhan.

Marilah kita senantiasa taat kepada Tuhan dan memuji-Nya di dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin.

REFLEKSI

Satu alasan terpenting pujian yang dinyatakan oleh Pemazmur adalah karena Tuhan telah melepaskan bangsa Israel dari tekanan (Tremper Longman III)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Allah seperti apa yang Anda kenal selama ini? Bagaimana dampak dari pengenalan itu pada kehidupan Anda sehari-hari?
  2. Apa yang akan terjadi jika kita senantiasa menuruti apa yang baik menurut kita, dan mengabaikan tuntunan Tuhan?

REFERENSI

6      TUHAN menjalankan keadilan

dan hukum bagi segala orang yang diperas.

7      Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa,

perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel.

8      TUHAN adalah penyayang dan pengasih,

panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

9      Tidak selalu Ia menuntut,

dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.

10      Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita,

dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,

11      tetapi setinggi langit di atas bumi,

demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;

12      sejauh timur dari barat,

demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.

13      Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya,

demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

14      Sebab Dia sendiri tahu apa kita,

Dia ingat, bahwa kita ini debu.

 

15      Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput,

seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga;

16      apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia,

dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.

17      Tetapi kasih setia TUHAN

dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia,

dan keadilan-Nya bagi anak cucu,

18      bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya

dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.

 

19      TUHAN sudah menegakkan takhta-Nya di sorga

dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu.

20      Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya,

hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya

dengan mendengarkan suara firman-Nya.

21      Pujilah TUHAN, hai segala tentara-Nya,

hai pejabat-pejabat-Nya yang melakukan kehendak-Nya.

22      Pujilah TUHAN, hai segala buatan-Nya,

di segala tempat kekuasaan-Nya!

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! (Mzm. 103:6-22)

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat. 7:12)

Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya,

sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?

Sekalipun dia melupakannya,

Aku tidak akan melupakan engkau. (Yes. 49:15)

About the author

Leave a Reply