Ibadah Umum I, 31 Agustus 2025. Oleh: Pdt. Vivian Soesilo.
Bagian ini (ay. 1-5) merupakan bagian pertama dari Mazmur 103, yang berisi perintah untuk memuji Tuhan. Frasa “Pujilah TUHAN” (ay. 1-2, 20-22) adalah perintah untuk merendahkan diri dan menghormati Tuhan (kata pujilah di sini berarti bersujud, menyembah). Bukan hanya dengan mulut, tetapi dengan seluruh keberadaan diri kita (menggunakan kata jiwaku). Ingatlah segala kebaikan Tuhan yang telah kita terima.
Ada lima alasan untuk memuji Tuhan (ay. 3-5). Pertama, Tuhan telah mengampuni segala kesalahan kita (ay. 3a). Penebusan Kristus telah memulihkan kemuliaan Allah dalam diri kita, yang telah dirusak oleh dosa (Rm. 3:10-12, 23-25). Ini adalah pemberian Allah (1Yoh. 4:10; Yes. 43:25). Kedua, Tuhan telah menyembuhkan segala penyakit kita (ay. 3b). Inilah yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus di salib (Yes. 53:5; Mat. 4:23).
Ketiga, Tuhan telah menyelamatkan nyawa kita dari lubang kubur (ay. 4a; bnd. TB-2). Dia telah melepaskan kita dari upah dosa kita, yaitu maut atau kebinasaan (Rm. 6:23; Yoh. 3:16). Keempat, Tuhan telah memahkotai kita dengan kasih setia dan rahmat (ay. 4b). Dia memberikannya hari demi hari (Rat. 3:22-23). Kelima, Tuhan telah memuaskan hasrat kita dengan kebaikan (ay. 5a). Dengan begitu, Tuhan akan memberi kekuatan dan memperbarui hidup kita (Yes. 40:31).
Marilah kita melepaskan diri dari segala kepahitan dan keputusasaan dalam hidup ini karena begitu banyak alasan untuk memuji Tuhan. Amin.
REFLEKSI
Saya tidak pernah cukup memuji Tuhan, tidak akan pernah (Andrew Bonar)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa saja hal yang bisa membuat kita sulit untuk memuji Tuhan? Bagaimana kita bisa mengatasinya?
- Apa saja dampaknya bagi diri kita maupun orang-orang di sekitar kita ketika kita memiliki kebiasaan untuk memuji Tuhan? Sebaliknya, apa dampaknya jika kita tidak memilikinya?
REFERENSI
1 Dari Daud.
Pujilah TUHAN, hai jiwaku!
Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
2 Pujilah TUHAN, hai jiwaku,
dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu,
yang menyembuhkan segala penyakitmu,
4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur,
yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,
5 Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan,
sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali. (Mzm. 103:1-5)
10 seperti ada tertulis:
”Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi,
tidak ada seorang pun yang mencari Allah.
12 Semua orang telah menyeleweng,
mereka semua tidak berguna,
tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak. (Rm. 3:10-12)
23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. 25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. (Rm. 3:23-25)
Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. (1Yoh. 4:10)
Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri,
dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu. (Yes. 43:25)
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita,
dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;
ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,
dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (Yes. 53:5)
Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. (Mat. 4:23)
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Rm. 6:23)
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yoh. 3:16)
22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN,
tak habis-habisnya rahmat-Nya,
23 selalu baru tiap pagi;
besar kesetiaan-Mu! (Rat. 3:22-23)
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru:
mereka seumpama rajawali yang naik terbang
dengan kekuatan sayapnya;
mereka berlari dan tidak menjadi lesu,
mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. (Yes. 40:31)
