Anak Tuhan yang Sehat Rohani Bagian Kedua (2Tim. 2:1)

Ibadah Umum II, 28 Juni 2026. Oleh: Pdt. Eddy Tendean.

(Lanjutan dari ringkasan khotbah ibadah Umum I)

Bagaimana kita bisa menjadi anak-anak Tuhan yang sehat rohani? Pertama, tahu arti hidup sebagai anak-anak Tuhan (Yak. 4:13-17). Berupaya mencukupi kebutuhan-kebutuhan duniawi itu penting, tetapi yang lebih penting adalah memperoleh keselamatan. Jadi, hal-hal yang bernilai kekal lebih utama.

Kehidupan adalah anugerah Tuhan, yang menyertai kita. Di dalam hidup ini, ada tantangan yang baik maupun yang buruk. Selain itu, hidup ini juga sangat singkat.

Kedua, buanglah dosa dan kedagingan melalui darah Yesus. Introspeksilah sekiranya masih ada hal-hal yang tidak berkenan pada Tuhan di dalam diri kita. Ketiga, datanglah pada Yesus. Rajinlah berdoa, membaca firman Tuhan, beribadah, serta melayani. Rohani yang sehat hanya bisa dicapai melalui kebiasaan-kebiasaan yang sehat secara rohani pula.

Apa dampaknya jika seorang Kristen sehat rohani? Pertama, memiliki damai sejahtera, iman yang teguh, dan harapan yang kekal dalam diri sendiri. Kedua, menjadi berkat bagi orang lain dan mereka dapat percaya pada Yesus. Ketiga, Tuhan dimuliakan.

Marilah kita mengambil komitmen untuk bertobat secara total dan menjadi anak Tuhan yang sehat rohani. Amin.

REFLEKSI

Mungkin tidak ada rahasia yang lebih besar untuk bertumbuh dalam kehidupan kristiani daripada keinginan untuk kerohanian yang sehat (John R.W. Stott)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah orang yang mau melayani Tuhan harus sehat rohani? Jelaskan jawaban Anda!
  2. Sebutkan beberapa kebiasaan buruk yang bisa menurunkan kesehatan kerohanian kita. Bagaimana Anda menghindari/mengatasinya?

REFERENSI

Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. (2Tim. 2:1)

13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: ”Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”,  14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 15 Sebenarnya kamu harus berkata: ”Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” 16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. 17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. (Yak. 4:13-17)

About the author

Leave a Reply