Allah Sebagai Ibu (Yes. 49:15)

Ibadah Umum I, 10 Mei 2026. Oleh: Ev. Wilson Jeremiah.

Alkitab tidak hanya menggambarkan Allah sebagai Bapa, tetapi juga Ibu (lih. Yes. 49:15; Mat. 23:37). Gambaran Allah sebagai Ibu menyatakan Dia yang melahirkan/memanggil (Ul. 32:18), melindungi (Mzm. 91:4), membesarkan (Hos. 11:3-4), dan menghajar (Hos. 13:8) anak-anak-Nya.  Tentu saja, Allah berbeda dengan ibu di dunia yang tidak  sempurna.

Jadi, kasih Allah itu sempurna, melebihi kasih ibu di dunia, dan menjadi teladan luhur yang didambakan semua ibu yang diciptakan-Nya. Ini terlihat dari kasih Allah kepada bangsa Israel yang tidak pudar walaupun mereka memberontak kepada-Nya. Demikian pula, ketika kita ada di dalam situasi yang tidak ideal dalam mengasihi, hendaknya kita melihat teladan Allah ini.

Kemudian, kasih ibu seharusnya tanpa pamrih, penuh pengorbanan, sekalipun tegas dan mendisiplinkan anak-anaknya dalam kebenaran. Jadi, tidak terus mengayomi saja sampai-sampai membiarkan anak-anaknya berbuat semau sendiri. Ingatlah Yesus, yang dalam kasih-Nya juga mendisiplinkan para pengikut-Nya.

Terakhir, setiap kita seharusnya menghormati para ibu dan mengasihi mereka dengan kasih yang tidak berkesudahan. Tindakan ini akan mendatangkan berkat bagi kita (Ef. 6:2-3).

Marilah kita kembali berkomitmen untuk menjadi ibu,  atau mengasihi para ibu, dengan kekuatan dari Tuhan. Amin.

REFLEKSI

Saya belajar tentang Kekristenan dari ibu saya lebih dari semua  teolog di Inggris (John Wesley)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Jika kasih Allah kepada kita melebihi kasih seorang ibu yang menyayangi anak-anaknya, apa dampaknya dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani?
  2. Bagaimana kasih Allah yang digambarkan dalam bagian ini mengubah cara Anda mengasihi orang-orang di sekitar Anda?

REFERENSI

Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya,

sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?

Sekalipun dia melupakannya,

Aku tidak akan melupakan engkau. (Yes. 49:15)

“Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.” (Mat. 23:37)

Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan,

dan telah kaulupakan Allah yang melahirkan engkau. (Ul. 32:18)

Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau,

di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung,

kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. (Mzm. 91:4)

3      Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan

dan mengangkat mereka di tangan-Ku,

tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.

4      Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan,

dengan ikatan kasih.

Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka;

Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan. (Hos. 11:3-4)

Aku mau mendatangi mereka seperti beruang yang kehilangan anak,

Aku mau mengoyakkan dada mereka.

Di sana Aku memakan mereka seperti singa;

binatang liar di padang akan merobek mereka. (Hos. 13:8)

2 Hormatilah ayahmu dan ibumu—ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:  3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. (Ef. 6:2-3)

About the author

Leave a Reply