Ibadah Umum II, 9 Maret 2025. Oleh: Pdt. Andreas Hauw.
Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang yang murah hati (berbelaskasihan; Mat. 5:7 TB2) adalah orang yang berbahagia. Orang-orang yang berbelas kasihan akan mendapat belas kasihan dari Allah. Artinya, Tuhan akan memberikan segala yang bisa diberikan.
Pemazmur juga menggambarkan Allah yang membungkukkan diri-Nya untuk mendengarkan orang-orang yang hina (Mzm. 113:5-9). Dalam Mazmur 113:9, Tuhan dikatakan meninggikan perempuan yang mandul (keadaan yang dikarenakan rahimnya tidak bekerja – kata rahmat dekat dengan rahim). Tuhan seperti ibu yang bersedia menggunakan rahimnya untuk mengandung dan memberi pertumbuhan pada seorang anak. Tuhan mau mengalami penderitaan yang ekstrim bagi anak-anak-Nya.
Yesus adalah Tuhan yang kaya dengan rahmat. Kita dapat memahaminya misalnya dari perumpamaan seorang raja yang tergerak hatinya untuk menghapuskan seorang hamba yang berutang 10.000 talenta (baca: Mat. 18:23-35).
Matius belajar dari Yesus bahwa berbelaskasihan bukan semata solidaritas (menanggung bersama-sama). Tetapi, jauh lebih besar dari itu, dihapuskannya utang yang tidak mampu terbayar, yaitu dosa. Harga yang Tuhan bayar di salib terlalu besar untuk kita pahami. Tuhan melakukannya karena Dia berbelaskasihan kepada kita. Jadi, marilah kita juga memiliki hati yang berbelaskasihan kepada sesama kita. Amin.
REFLEKSI
Semakin saleh seseorang, maka dia akan semakin berbelaskasihan (Thomas Brooks)
PERTANYAAN DISKUSI
- Di zaman sekarang ini, banyak berita yang beredar tentang orang-orang yang “memanfaatkan belas kasihan orang lain.” Bagaimana Anda menyikapi fenomena ini, terutama dalam hal mempraktikkan belas kasihan secara berhikmat?
- Adakah orang-orang di sekitar Anda yang dapat Anda berikan belas kasihan kepadanya? Bagaimana Anda akan melakukannya?
REFERENSI
Berbahagialah orang yang murah hatinya,
karena mereka akan beroleh kemurahan. (Mat. 5:7)
5 Siapakah seperti TUHAN, Allah kita,
yang diam di tempat yang tinggi,
6 yang merendahkan diri untuk melihat
ke langit dan ke bumi?
7 Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu
dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur,
8 untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan,
bersama-sama dengan para bangsawan bangsanya.
9 Ia mendudukkan perempuan yang mandul di rumah
sebagai ibu anak-anak, penuh sukacita.
Haleluya! (Mzm. 113:5-9)
Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, (Ef. 2:4)
