Ibadah Umum II, 14 Juni 2026. Oleh: Pdm. Tomy Handaka Patria.

Yunus kita kenal sebagai nabi yang melarikan diri dari panggilan Tuhan. Namun, Tuhan terus mengejarnya sampai-sampai dia ada di dalam perut ikan besar. Dia sadar dengan ketidakberdayaan dirinya. Sekaligus, dia sadar bahwa Allah berdaulat. Angin besar, badai, kapal, para pelaut, dan ikan besar, semua digerakkan Tuhan untuk membuatnya berbalik.

Di titik terendahnya, Yunus sampai pada kesimpulan bahwa Tuhanlah yang menyelamatkan. Iman Yunus pun bangkit. Walaupun belum mengalami keselamatan, sejak di dalam perut ikan, Yunus sudah menaikkan nyanyian syukur. Benar saja, setelah tiga hari tiga malam, ikan itu memuntahkan Yunus ke daratan. Yunus selamat. Pengalamannya selama di dalam perut ikan ini kemudian menjadi bayangan dari Kristus yang harus berada di alam maut selama tiga hari setelah disalib supaya orang-orang berdosa menerima keselamatan (Mat. 12:40).

Ada beberapa hal yang bisa kita terapkan berdasar pemahaman ini. Pertama, datanglah kepada Tuhan bukan pada sandaran yang lain. Apakah kita sudah benar-benar datang kepada Tuhan? Apakah kita juga bersandar pada Tuhan untuk hal-hal yang bernilai kekal?

Kedua, mengucap syukurlah walaupun jalan keluar belum tampak. Jangan terlalu fokus menantikan jalan keluar dari Tuhan sehingga melupakan Tuhan yang mendampingi kita di setiap prosesnya. Ucapan syukur juga akan membantu meringankan beban kita ketika menghadapi masalah.

Datanglah pada Tuhan dengan penuh iman dan ucapan syukur, biarlah rencana-Nya tergenapi dalam hidup kita. Amin.

REFLEKSI

Keselamatan adalah mengembalikan hubungan antara Pencipta dan ciptaan dengan benar (A.W. Tozer)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa akibatnya ketika kita mengharapkan keselamatan selain dari Tuhan?
  2. Apa yang perlu kita lakukan ketika berseru pada Tuhan, etapi pertolongan tampaknya belum kunjung tiba?

REFERENSI

1 Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, 2 katanya:

”Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN,

dan Ia menjawab aku,

dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak,

dan Kaudengarkan suaraku.

3      Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam,

ke pusat lautan,

lalu aku terangkum oleh arus air;

segala gelora dan gelombang-Mu

melingkupi aku.

4      Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu.

Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?

5      Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku;

samudera raya merangkum aku;

lumut lautan membelit kepalaku

6      di dasar gunung-gunung.

Aku tenggelam ke dasar bumi;

pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya.

Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur,

ya TUHAN, Allahku.

7      Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku,

teringatlah aku kepada TUHAN,

dan sampailah doaku kepada-Mu,

ke dalam bait-Mu yang kudus.

8      Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan,

merekalah yang meninggalkan Dia,

yang mengasihi mereka dengan setia.

9      Tetapi aku, dengan ucapan syukur

akan kupersembahkan korban kepada-Mu;

apa yang kunazarkan akan kubayar.

Keselamatan adalah dari TUHAN!”

10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat. (Yun. 2:1-10)

Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. (Mat. 12:40)

About the author

Leave a Reply