Ibadah Umum I, 11 Agustus 2024. Oleh: Pdt. Kornelius Setiawan.
Panggilan hikmat dituliskan di kitab-kitab hikmat seperti Amsal dan Mazmur (Ams. 9:10; Mzm. 111:10). Hikmat (Ing., wisdom) maknanya bukan sekadar mengetahui (Ing., knowledge), tetapi juga bisa menerapkannya dengan baik. Dasarnya adalah takut akan Tuhan. Artinya, kagum dan dan hormat yang mendorong kita untuk mengasihi Tuhan.
Tuhan menasihati dan memberikan janji jika anak-anak-Nya hidup berhikmat (ay. 1-2). Bagaimana caranya supaya kita bisa hidup berhikmat?
Pertama, memiliki kasih setia (ay. 3-5). Kita harus memiliki kasih kepada Allah, yang juga diwujudkan dalam kasih kepada sesama. Sedangkan setia secara harfiah berarti kesetiaan, keteguhan, dan keyakinan. Kasih dan setia harus terukir di dalam hati kita (ay. 3b).
Kedua, percaya kepada Allah dengan segenap hati (ay. 5). Bukan hanya percaya bahwa Allah itu ada, tetapi juga mempercayakan hidup kepada-Nya secara penuh. Hal ini lahir karena kita mengenal Allah akibat relasi yang baik dengan-Nya. Pengertian kita terbatas, tetapi kuasa Allah tidak terbatas.
Ketiga, hidup dalam ketaatan (ay. 6-10). Tidak hanya mengenali dan mengakui Allah, tetapi juga mewujudkannya di dalam ketaatan menjalankan perintah-Nya di dalam hidup sehari-hari. Jika kita melakukannya, maka kita akan menjadi orang-orang yang diberkati oleh Tuhan (berkat jasmani dan rohani). Amin.
REFLEKSI
Jalan yang tepat untuk menangani sesuatu dengan berhikmat adalah memercayakannya di dalam Tuhan (Charles Spurgeon)
PERTANYAAN DISKUSI
- Bagaimana tanggapan Anda terhadap fenomena adanya orang-orang yang tidak memedulikan Tuhan namun hidup mereka lebih berhasil dibanding orang-orang yang hidup taat pada Tuhan?
- Bagikanlah pengalaman ketika Anda melakukan sesuatu di luar hikmat Tuhan, dan apa yang terjadi setelahnya. Apakah kira-kira bedanya ketika dilakukan dengan bersandar pada hikmat Tuhan?
REFERENSI
1 Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku,
dan biarlah hatimu memelihara perintahku,
2 karena panjang umur dan lanjut usia
serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.
3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau!
Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
4 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan
dalam pandangan Allah serta manusia.
5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu,
dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
6 Akuilah Dia dalam segala lakumu,
maka Ia akan meluruskan jalanmu.
7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak,
takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;
8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu
dan menyegarkan tulang-tulangmu.
9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu
dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,
10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah,
dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. (Ams. 3:1-10)
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN,
dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. (Ams. 9:10)
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN,
semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik.
Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya. (Mzm. 111:10)
