Ibadah Umum II, 19 Januari 2025. Oleh: Pdt. Vivian Soesilo.
Di bagian ini, Tuhan Yesus membicarakan tentang seperti apa seharusnya orang-orang yang mau mengikut Yesus (baca juga ringkasan khotbah Ibadah Umum I).
Ketiga, memikul salib (ay. 27). Banyak orang yang menghubungkan semua penderitaan hidupnya sebagai ‘salib.’ Tetapi, ‘memikul salib’ sebenarnya mengacu pada konsekuensi dari apapun yang kita lakukan secara sukarela karena iman kepada Kristus. Hidup kita mau dibentuk di mana saja, kapan saja, dan ketika melakukan apa saja karena komitmen kita kepada Tuhan Yesus yang telah disalib.
Keempat, melepaskan segala sesuatu (ay. 33). Tuhan Yesus telah memberikan diri-Nya bagi kita. Oleh sebab itu, kita diperintahkan untuk berkurban kepada-Nya sebagai respons.
Seluruh kegiatan kita harus diserahkan di altar Tuhan. Misalnya, di tengah usaha kita untuk memberikan pembekalan hidup yang terbaik kepada anak, kita juga harus berupaya supaya anak-anak kita menjadi anak-anak Tuhan.
Harga menjadi pengikut Yesus itu dibayar dalam berbagai jenis ‘mata uang.’ Bagi sebagian orang diperlukan pengalihan waktu dan tenaga (bagaimana menghabiskan waktu). Bagi orang lain, bisa dalam bentuk perubahan dalam hubungan pribadi (dengan Tuhan dan orang lain), panggilan, cara hidup, atau komitmen sumber daya keuangan. Kita harus berkomitmen sepenuhnya, tidak bisa setengah-setengah. Amin.
REFLEKSI
Pemuridan sejati melibatkan mengikut Kristus dan mengerjakan kehendak-Nya, ke manapun arahnya (Louis A. Barbieri Jr.)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apakah mengikut Yesus merupakan hal yang menyenangkan atau memberatkan bagi Anda? Jelaskan!
- Adakah hal-hal yang merintangi Anda untuk sungguh-sungguh mengikut Yesus pada saat ini? Bagaimana Anda akan mengatasinya?
REFERENSI
25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
26 “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
34 Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?
35 Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” (Luk. 14:25-35)
