Muliakan Tuhan dengan Bersyukur (Luk. 17:11-19)

Ibadah Umum II, 25 Mei 2025. Oleh: Pdt. Vivian Soesilo.

Di dalam peristiwa ini, Yesus bertemu dengan sepuluh orang kusta (TB), atau berpenyakit kulit yang menajiskan/mengerikan (TB-2/BIMK). Menurut Taurat, mereka harus dikucilkan, berpakaian compang-camping, dan berteriak, “Najis! Najis!” (Bil. 5:2-3; Im. 13:45-46). Jadi, mereka tidak hanya merasakan sakit secara fisik, namun juga merasa sedih dan kesepian.

Yesus lalu memandang mereka (ay. 14-16). Dia peka dan mengerti dengan penderitaan yang mereka alami. Kemudian, Yesus memerintahkan mereka untuk menunjukkan pada para imam bahwa mereka sudah sembuh, supaya mereka bisa diterima kembali oleh masyarakat (Im. 14:1-3). Karena taat dengan perintah-Nya, tiba-tiba di tengah jalan mereka sembuh.

Menyadari mereka sudah disembukan, salah seorang dari mereka kembali pada Yesus dan memuliakan Allah. Dia adalah orang Samaria, yang karena latar belakang sejarah, biasa dipandang rendah oleh orang Israel (2Raj. 17:6, 24).

Melihat yang datang berterima kasih hanya seorang,  apalagi orang Samaria, Yesus pun heran (ay. 17-18). Berkaca dari kisah ini, apakah kita telah mengucap syukur atas anugerah Tuhan dalam kehidupan sehari-hari? Apakah kita bisa melihat mukjizat yang Tuhan lakukan dalam kehidupan kita?

Mengucap syukur pada Tuhan adalah salah satu ungkapan iman kita (ay. 19). Belajarlah memuliakan Tuhan dengan mengucap syukur, apalagi kita telah menerima pengampunan. Amin.

REFLEKSI

Kesalehan adalah hidup untuk kemuliaan Tuhan yang berasal dari hati yang penuh ucapan syukur (R.T. Kendall)

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa pengaruhnya ucapan syukur dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani?
  2. Renungkan berkat Tuhan yang baru-baru ini Anda alami. Bagaimana Anda bisa mengucap syukur atasnya?

REFERENSI

11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. 12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh 13 dan berteriak: ”Yesus, Guru, kasihanilah kami!” 14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: ”Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.  15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, 16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. 17 Lalu Yesus berkata: ”Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? 18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” 19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: ”Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Luk. 17:11-19)

2 ”Perintahkanlah kepada orang Israel, supaya semua orang yang sakit kusta, semua orang yang mengeluarkan lelehan, dan semua orang yang najis oleh mayat disuruh meninggalkan tempat perkemahan; 3 baik laki-laki maupun perempuan haruslah kausuruh pergi; ke luar tempat perkemahan haruslah mereka kausuruh pergi, supaya mereka jangan menajiskan tempat perkemahan di mana Aku diam di tengah-tengah mereka.” (Bil. 5:2-3)

45 Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis! 46 Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya. (Im. 13:45-46)

1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 ”Inilah yang harus menjadi hukum tentang orang yang sakit kusta pada hari pentahirannya: ia harus dibawa kepada imam,  3 dan imam harus pergi ke luar perkemahan; kalau menurut pemeriksaan imam penyakit kusta itu telah sembuh dari padanya, (Im. 14:1-3)

6 Dalam tahun kesembilan zaman Hosea maka raja Asyur merebut Samaria. Ia mengangkut orang-orang Israel ke Asyur ke dalam pembuangan dan menyuruh mereka tinggal di Halah, di tepi sungai Habor, yakni sungai negeri Gozan, dan di kota-kota orang Madai.

24 Raja Asyur mengangkut orang dari Babel, dari Kuta, dari Awa, dari Hamat dan Sefarwaim, lalu menyuruh mereka diam di kota-kota Samaria menggantikan orang Israel; maka orang-orang itu pun menduduki Samaria dan diam di kota-kotanya. (2Raj. 17:6, 24)

About the author

Leave a Reply