Ibadah Umum II, 18 Mei 2025. Oleh: Pdm. Kornelius Makapile.
Janji Tuhan yang dinyatakan dalam ayat ini menggunakan gambaran burung rajawali. Selain dianggap memiliki kekuatan besar, burung rajawali juga bisa terbang sangat tinggi. Seperti itu jugalah gambaran kekuatan yang akan Tuhan berikan pada orang yang menanti-nantikan Tuhan.
Tuhan tahu keadaan kita yang lemah dan tidak berdaya. Di saat-saat seperti itulah, orang yang menanti-nantikan Tuhan akan diberikan kekuatan baru. Ini bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan batin, semangat, serta keteguhan iman.
Menanti-nantikan Tuhan bukan berarti pasif menunggu, tetapi terus berharap dan mempercayakan diri kepada Tuhan dalam setiap situasi. Dengan begitu, timbul pengharapan. Iman kepada Tuhan pun akan terus ditumbuhkan, walaupun secara jasmani bisa semakin lemah.
Rajawali terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya menunjukkan bahwa orang yang menanti-nantikan Tuhan dapat mengatasi tantangan dan kesulitan hidup dengan kekuatan dari Tuhan. Orang ini tidak akan merasa letih dan lesu, tetapi akan terus maju berjuang untuk menjadi pemenang.
Bagaimana caranya menanti-nantikan Tuhan? Berharaplah (Mzm. 27:14) dan milikilah pengharapan itu (Rm. 5:3-5). Ingat, pengharapan kita hanya pada Yesus, gembala jiwa kita yang sungguh. Apapun masalah kita dalam hidup ini, jadikanlah Yesus sebagai harapan kita. Amin.
REFLEKSI
Ibadah pada dasarnya adalah merindukan Allah (John D. Barry)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa sajakah hal-hal dalam dunia ini yang biasa mengaburkan kerinduan Anda kepada Tuhan? Bagaimana Anda akan menguatkan kerinduan pada Tuhan?
- Apa saja bedanya pengharapan Kristen dengan pengharapan duniawi?
REFERENSI
29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah
dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu
dan teruna-teruna jatuh tersandung,
31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru:
mereka seumpama rajawali yang naik terbang
dengan kekuatan sayapnya;
mereka berlari dan tidak menjadi lesu,
mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. (Yes. 40:29-31)
Nantikanlah TUHAN!
Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!
Ya, nantikanlah TUHAN! (Mzm. 27:14)
3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, 4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. 5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. (Rm. 5:3-5)
