Ibadah Umum I, 19 Juli 2026. Oleh: Pdt. Daud Soesilo.
Tidak semua penganiayaan disebabkan oleh karena kebenaran, tetapi karena kesalahan kita. Jadi, ketika kita mengalami aniaya, renungkan apakah itu karena kita sedang melakukan perintah Kristus atau bukan. Hanya ketika kita dianiaya karena kebenaran, kita mendapatkan pahala (penghargaan).
Di dalam Ucapan Bahagia (ay. 3-10), tujuh bagian pertama ditujukan pada orang-orang Kristen yang melakukan tindakan aktif. Namun, ayat kedelapan terjadi ketika orang lain melakukan sesuatu pada orang Kristen. Ini menunjukkan bahwa komitmen terhadap kebenaran sangat penting.
Selain itu, paralel kebenaran dalam ayat 6 dan 10 menunjukkan bahwa kebenaran bukan konsep yang abstrak, tetapi ‘melakukan kehendak Allah.’ Terlebih lagi, ketika kita melakukan kebenaran tetapi malah mendapat penganiayaan, Alkitab menyatakan bahwa itu wajar (1Ptr. 2:20; 1Ptr. 3:14).
Beragam macam orang yang ada dalam Ucapan Bahagia ini juga menyatakan bahwa ketika ada orang-orang seperti itu dalam gereja, itulah tanda bahwa gereja sedang diberkati Tuhan. Jadi, berkat Tuhan dalam gereja bukan selalu dalam bentuk materi.
Kemudian, kata akan dalam Ucapan Bahagia ini menyatakan bahwa tidak semua berkat Tuhan tidak seluruhnya digenapi ketika kita ada di dunia (ada pengharapan eskatologis).
Teruslah melakukan kehendak Allah apapun penderitaan yang akan kita alami, Tuhan akan memberkati kita. Amin.
REFLEKSI
Sungguh menyedihkan karena orang-orang Kristen sering dianiaya bukan karena mereka terlalu bertincak secara Kristen, tetapi justru karena kurang bertindak sebagai orang Kristen (R. Kent Hughes)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apakah orang-orang yang tidak mengalami penganiayaan berarti belum sungguh-sungguh melakukan kebenaran? Jelaskan jawaban Anda!
- Penganiayaan seperti apakah yang ada di sekitar kehidupan Anda yang mungkin terjadi ketika Anda melakukan kebenaran?
REFERENSI
1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. 2 Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
3 ”Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
4 Berbahagialah orang yang berdukacita,
karena mereka akan dihibur.
5 Berbahagialah orang yang lemah lembut,
karena mereka akan memiliki bumi.
6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,
karena mereka akan dipuaskan.
7 Berbahagialah orang yang murah hatinya,
karena mereka akan beroleh kemurahan.
8 Berbahagialah orang yang suci hatinya,
karena mereka akan melihat Allah.
9 Berbahagialah orang yang membawa damai,
karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran,
karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. (Mat. 5:1-10)
Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. (1Ptr. 2:20)
Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. (1Ptr. 3:14)
