Ibadah Umum II, 19 April 2026. Oleh: Pdt. Pancha W. Yahya.
Mungkin kita semua sudah merasa menjadi pengikut Kristus. Namun, ketika keadaan tidak sesuai dengan bayangan kita, mungkin kita mengambil jalan kita sendiri. Ada dua hal yang bisa kita pelajari tentang mengikut Yesus dari bagian ini.
Pertama, mengikut Yesus berarti menempatkan kehendak-Nya di atas kehendak kita. Petrus mengakui Yesus sebagai Mesias, Juru Selamat, dan Tuan di atas segala tuan (ay. 16). Namun sesudahnya, Yesus menegur Petrus karena dia mengikuti rencananya sendiri dibanding rencana Allah (ay. 23). Frasa mengikut Aku dalam ayat 24 berarti ‘mau datang di belakang Aku.’ Jadi, Yesus harus menjadi pemimpin kita.
Inilah yang ditunjukkan murid-murid Yesus ketika dipanggil: Simon dan Andreas meninggalkan jala dan perahunya (Mat. 4:18-22) serta Matius meninggalkan meja cukai dan ambisi pribadinya (Mat. 9:9). Puncaknya, teladanilah Yesus, yang taat berjalan di belakang Bapa sampai mati.
Kedua, mengikut Yesus berarti mau menjadi seperti Yesus. Pada waktu itu, seorang murid tinggal 24 jam sehari bersama gurunya untuk tidak hanya belajar pengetahuan, tetapi juga cara hidup. Seperti inilah kita harus belajar dari Yesus.
Kematian dan kebangkitan Kristus tidak hanya membebaskan kita dari dosa, tetapi juga menjadikan kita serupa dengan-Nya: serupa dalam kerendahhatian, pelayanan, kasih, ketekunan dalam menanggung penderitaan, serta misi-Nya. Amin.
REFLEKSI
Jika Yesus Kristus bukan Tuhan di dalam segala sesuatu, maka Dia sama sekali bukan Tuhan (A.W. Tozer)
PERTANYAAN DISKUSI
- Apa dampaknya ketika kita tidak mau mengikuti Yesus sepenuhnya, dalam arti memilih-milih apa yang mengenakkan kita saja?
- Adakah hal-hal atau kebiasaan-kebiasaan yang membuat Tuhan tidak lagi menjadi Penguasa dalam kehidupan Anda? Mohon ampun pada Tuhan dan mintalah kekuatan dari-Nya supaya Anda dapat melepaskan diri darinya.
REFERENSI
15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: ”Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” 16 Maka jawab Simon Petrus: ”Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. 22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: ”Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” 23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: ”Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” 24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Mat. 16:15-16, 21-24)
